Rekomendasi

Tingkatan Kualitas Garam Beryodium, Pemkab Klungkung Terima Bantuan KIO3 dari BPOM

Rabu, 30 September 2020 : 18.11
Published by Hariankota
Diskominfo Klungkung
KLUNGKUNG - Pemerintah Kabupaten Klungkung menerima bantuan kalium iodat (KIO3) dari Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPPOM) Denpasar.  Dua pelaku usaha UMKM garam tradisional di Kabupaten Klungkung yang menerima bantuan KIO3 yakni, Koperasi LEEP Mina Segara Dana dan CV. Natural Bali Kul-Kul.


Bantuan dari Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPPOM) Denpasar tersebut diterima langsung Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta dan diserahkan kembali kepada perwakilan pelaku usaha garam tradisional di ruang rapat Bupati Klungkung, Selasa, (29/9/2020) kemarin. 

Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diberikan. Pihaknya berharap bantuan yang diberikan itu bisa membantu dan menjaga kualitas serta kuantitas produksi dari garam beryodium yang ada di Kabupanten Klungkung.

Pihaknya semakin gencar mempromosikan garam beryodium dengan label Uyah Kusamba yang sudah dilengkapi dengan indikasi geografis, ijin edar hingga label SNI.

 “Semoga bantuan kalium iodat dari BPOM ini bisa menjaga kualitas garam beryodium yang diproduksi” ujar Bupati Suwirta seperti dikutip dari Diskominfo Klungkung. 

Sementara itu, Kepala BBPOM di Denpasar, Ni Gusti Ayu Nengah Suamingsih mengatakan, kegiatan ini sebagai salah satu upaya untuk mendukung dan memberdayakan pelaku usaha UMKM garam tradisional di Kabupaten Klungkung. Masing-masing pelaku usaha mendapatkan bantuan KIO3 sebanyak 2 Kg.

 “Fortifikasi yodium penting bagi para petani garam karena zat ini harus ada pada garam beryodium,” ujar Suamingsih.

Lebih lanjut pihaknya menjelaskan pelaku usaha bertanggung jawab atas penggunaan barang tersebut untuk digunakan dalam proses produksi dengan ketentuan perundang-undangan tentang garam konsumsi beryodium. 

"Barang tidak akan diperjualbelikan atau dipindahtangankan ke pihak manapun. Perusahaan berkomitmen akan selalu melakukan monitoring penambahan fortifikan dalam proses produksinya sehingga produk yang dihasilkan memenuhi syarat kadar KI03," tutupnya. 

Turut hadir dalam acara tersebut, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan I Wayan Durma, Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja I Gede Kusumajaya, Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Wayan Ardiasa, Kepala Dinas Kesehatan dr. Made Adi Swapatni, Kepala Dinas PUPRKP Anak Agung Gede Lesmana dan undangan lainnya.



Jurnalis : Wayan
Editor : Mahardika

Share this Article :