Rekomendasi

Abai, Reses Ketua Komisi V DPR Dipersoalkan

Sabtu, 17 Oktober 2020 : 20.28
Published by Hariankota

 


JAKARTA
– Reses Ketua Komisi V DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Lasarus di Aula Wisata Rohani Bukit Kelam, Desa Merpak, Kecamatan Kelam Permai, Kab Sintang, Kalimantan Barat dipersoalkan. Reses pada Sabtu, 10 Oktober 2020 lalu ditengarai abai mengindahkan protokol kesehatan ditengah masa pandemi saat ini.


Tobias Ranggie SH, Praktisi hukum di Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat meminta Satuan Tugas Corona Virus Disease-19 (Satgas Covid-19) segera menindak tegas sesuai ketentuan berlaku terhadap proses pelaksanaan reses itu.


Sebab, informasi yang diperoleh proses reses itu dikemas dalam kampanye Calon Bupati Sintang, nomor urut 3 atas nama Yohanes Rumpak yang diusung PDIP. Reses itu dihadiri sekitar 1.700 orang, tapi tidak mengindahkan protokol kesehatan.


"Akibatnya, hasil swab test, ada 61 orang diduga positif Covid-19 dari klaster reses Lasarus, Ketua Komisi V DPR-RI di Kabupaten Sintang," katanya dalam keterangan tertulis, Sabtu (17/10/2020).


Ke-61 pasien Covid-19 dari klaster reses Lasarus diisolasi di sejumlah tempat di Kota Sintang, Ibu Kota Kabupaten Sintang, dan sejumlah rumah sakit rujukan di Provinsi Kalimantan Barat.


Reses seharusnya sesuai tugas pokok Komisi V DPR-RI, yaitu menyerap aspirasi di bidang infrastruktur. Namun, dalam reses itu diduga dijadikan ajang kampanye Yohanes Rumpak, dengan dikemas ke dalam acara sosialisasi rancangan undang-undang perlindungan masyarakat adat.


Reses itu juga sama sekali tidak dihadiri unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda), sebagaimana reses yang menggunakan anggaran negara. Para undangan sebanyak lima orang tokoh di setiap desa yang terdiri dari para Kepala Desa, Ketua Badan Pertimbangan Desa (BPD), Dewan Adat Dayak (DAD), para pemuka adat/temenggung pada 391 desa di wilayah Kabupaten Sintang.


Tobias meminta Badan Kehormatan DPR-RI supaya segera memanggil Lasarus, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) juga diminta segera memanggil Yohanes Rumpak, serta Satgas Covid-19 di Kabupaten Sintang, Provinsi Kalimantan Barat dan Pemerintah Pusat, segara turun tangan. 


"Ini sangat luar biasa, ada penyebaran Covid-19 dari klaster reses seorang anggota DPR-RI," tegas Tobias.


Informasi yang diperolehnya, peserta saat hadir dilarang membawa telepon genggam, dilarang merekam dokumentasi. Acara itu juga menghadirkan juru kampanye Tim Yohanes Rumpak, yaitu Milton Crosby, mantan Bupati Sintang, 2005 – 2015, Lm dan Ig. 


Ada seorang guru Pegawai Negeri Sipil di Sekolah Menengah Atas Negeri di Kota Sintang, Pa, diperintahkan bersama As dan Jl, membagi-bagikan uang kepada para peserta, dan sekarang patut diduga positif Covid-19, sehingga mesti mengikuti isolasi mandiri di Penginapan L di Kota Sintang.


Pada Minggu, 11 Oktober 2020 lalu, Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, melakukan swab test, dan dinyatakan 61 peserta kampanye Yohanes Rumpak di sela-sela reses Lasarus di Desa Merpak, dinyatakan patut diduga positif Covid-19.


Yohanes Rumpak sendiri, bersama anak dan istrinya hasil konfirmasi di Kota Sintang, termasuk di antara 61 orang yang patut diduga positif Covid-19.


"Satgas Covid-19 di Kabupaten Sintang dan Provinsi Kalimantan Barat harus segera menjawab informasi ini. Kalau memang ini benar, maka akan menyebabkan penularan Covid-19 di Kabupaten Sintang menjadi tidak terkendali," kata Tobias.


Jumat, 16 Oktober 2020 kamarin, salah satu otoritas berwenang di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sintang yang tidak bersedia disebutkan namanya, memberitahukan ada satu orang lagi pasien positif Covid-19 dari klaster reses ini, sehingga jumlah keseluruhan menjadi 62 orang.


Dampak dari penyebaran Covid-19 dari klaster reses ini Ruang Poliklinik Rumah Sakit Umum Daerah dr Ade Muhammad Djoen, Sintang, ditutup terhitung Jumat, 16 Oktober 2020, hingga limit waktu yang tidak ditentukan, untuk dilakukan sterilisasi.


Selanjutnya, pelayanan Poliklinik dialihkan ke sejumlah rumah sakit terdekat, baik milik Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI-AD) maupun punya masyarakat. Hampir semua ruangan di RSUD dr Ade Muhammad Djoen, Sintang, merawat pasien Covid-19, dalam kondisi sudah hampir penuh.


Anggota Komisi II DPR, Cornelis (mantan Gubernur Kalimantan Barat, 2008 – 2018), dalam reses di Sintang, Kamis, 15 Oktober 2020, mengingatkan masyarakat dan para Calon Kepala Daerah yang melakukan kampanye, tetap patuh pada protokol kesehatan, supaya mengantisipasi meluasnya penularan Covid-19.(*)



Jurnalis : Danang
Editor : Mahardika

Share this Article :