Rekomendasi

Barang Bukti Senilai Rp 1,2 Miliar Dimusnahkan Bea Cukai Surakarta

Kamis, 01 Oktober 2020 : 12.32
Published by Hariankota


SOLO-Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean (TMP) B Surakarta, menggelar pemusnahan sejumlah barang bukti hasil tegahan atau pencegahan dengan pemeriksaan disertai tindakan penyitaan.


Barang sitaan senilai sekira Rp.1,2 miliar ini  dimusnahkan di halaman kantor KPPC Surakarta setempat, Kamis (1/10/2020).

Sebanyak 14 jenis barang yang dimusnahkan merupakan hasil penyitaan Januari 2019 hingga April 2020, dan telah mendapat izin dari Direktur Pengelolaan Kekayaan Negara dan Sistem Informasi (PKNSI) Direktorat Jenderal Kekayaan Negara dan izin dari Kepala Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Surakarta.

Kepala KPPBC TMP B Surakarta Budi Santosa mengatakan,barang-barang ilegal yang dimusnahkan diantaranya rokok tanpa cukai dan pita cukai ilegal, minuman mengandung etil alkohol (MMEA), part senjata, personal effect, hingga sextoys dan obat-obatan.

"Barang - barang ini kami dapat berdasarkan koordinasi sinergi dengan sejumlah instansi terkait lainnya, seperti operasi pasar dengan Satpol PP dan juga hasil dari penindakan kami sendiri. Untuk rokok lebih dari satu juta batang," kata Budi kepada hariankota.com.

Budi mengaku, peredaran rokok ilegal sudah menyebar hingga pelosok pedesaan salah satunya di wilayah Kabupaten Wonogiri. Untuk memberantas itu, pihaknya membangun kerjasama dengan pemerintah daerah serta penegak hukum setempat.

"Barang - barang yang telah merugikan negara dan banyak mudharatnya ini kami musnahkan dengan cara dibakar, ada juga minuman beralkohol dimusnahkan dengan cara dituangkan untuk selanjutnya dibuang. Sedangkan botolnya dihancurkan dengan cara dipalu," ujarnya.

Di antaranya barang bukti yang dimusnahkan tersebut, rokok jenis SKM berbagai merk sebanyak 1.006.344  batang, pita cukai SKM 2019 sebanyak 12.197 keping,  etiket rokok 10.502 lembar, part senjata 8 paket, sex toys 258 paket,  kondom 87 paket, personal effect 8 kolo, dan minuman mengandung etil alkohol (MMEA) 30 botol.

"Potensi kerugian negara dari nilai cukai barang - barang ini sekira Rp 600 juta, sedangkan untuk nilai barang impor hasil tindakan melalui Kantor Pos Lalu Bea Solo dan Bandara Adi Sumarmo, total nilai barangnya lebih dari Rp 100 juta," pungkasnya.

Reporter: Sapto Nugroho
Penulis: Sapto Nugroho
Editor; Ferdinand

Share this Article :