Rekomendasi

Festival Seni Bali Jani (FSBJ) II Akan Digelar Secara Daring

Rabu, 28 Oktober 2020 : 21.06
Published by Hariankota


DENPASAR - Festival Seni Bali Jani (FSBJ) II tahun 2020 akan kembali digelar dengan melibatkan 1.000 seniman dan pekerja seni. Isian FSBJ II meliputi: Pawimba (Lomba), Adilango (Pergelaran),Megarupa (Pameran), Timbang Rasa (serasehan), Beranda Pustaka (Bursa Buku), dan Penghargaan Bali Jani Nugraha.


Khusus Pameran Bali Megarupa serangkaian FSBJ II, digelar di Agung Rai Museum of Arts (ARMA), Ubud, Bali, mulai hari ini 28 Oktober-10 November 2020. Tidak kurang dari 45 perupa dan 1 komunitas mural menampilkan karya berupa mural, video art, seni lukis, serta patung dan karya tiga dimensi lainnya.


Pembukaan FSBJ II, dilaksanakan pada 31 Oktober 2020 melalui daring dan disiarkan secara virtual di kanal youtube Disbud Prov.Bali. Festival kali ini mengusung tagar utama #BaliArtsVirtual. Dengan menampilkan 45 Sanggar/Komunitas/Yayasan seni se-Bali.


Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan melalui media virtual, namun dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan sebagai bagian dari ketentuan pelaksanaan.


Agenda yang berlangsung sepanjang 31 Oktober 2020 hingga 7 November 2020 ini akan disajikan secara virtual,  dihadiri beberapa tokoh. Diantaranya Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Dr. Hilmar Farid, jurnalis senior Seno Joko Suyono, Sha Ine Febriyanti, Dr. Tommy Awuy dan lain-lain.


Menurut Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali Prof. Dr. I Wayan "Kun' Adnyana, format seni virtual ini diharapkan dapat menjangkau seluas-luasnya kemungkinan kreatif, elaborasi dan eksplorasi terkait estetik, stilistik, teknik artistik dan tematik berikut olah wahana atau media (penggunaan berbagai piranti media baru/digital dalam proses dan penyajian).


Format penyelenggaraan festival secara virtual ini merupakan sebentuk transformasi sosial bagi masyarakat Bali. Ada proses alih pengetahuan dan keterampilan yang terjadi serentak di Bali, yakni terkait proses persiapan dan produksi suatu pementasan karya seni komunal secara daring, termasuk bagaimana cara publik menikmati serta menghikmati sajian tersebut.


"Ini bukan semata festival kesenian, melainkan juga sebuah upaya bersama menjaga optimisme masyarakat di tengah rundungan berita tentang COVID-19," papar Kun Adnyana.


Melalui program seni yang berkesinambungan secara terencana, terkelola, dan terlaksana dengan baik, diharapkan menumbuhkan solidaritas masyarakat agar peduli pada sesama. Sigap tanggap dalam menghadapi kesulitan dan problematik sosial.


"Karena seni bukan hanya menghadirkan keindahan, melainkan juga seruan kesadaran," pungkasnya.


Reporter: Made Suganda
Penulis: Made Suganda
Editor: Gunadi


Share this Article :