Rekomendasi

Gegara Proyek Sumur Dalam PDAM, Bupati Sukoharjo Digugat Warga Rp 22 Miliar

Minggu, 04 Oktober 2020 : 20.32
Published by Hariankota


SUKOHARJO-Pembangunan sumur dalam oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Makmur Sukoharjo berbuah bencana. Sumur warga sekitar,tepatnya di Dukuh Kragilan,Desa Pucangan,Kecamatan Kartasura justru mengalami kekeringan, tak lagi mengeluarkan air.

Setelah berbagai upaya protes dan jalur mediasi tak membuahkan hasil, akhirnya warga sepakat menempuh jalur hukum menggugat Bupati Sukoharjo dan Direktur PDAM Tirta Makmur Sukoharjo, dengan tuntutan ganti rugi sebesar Rp 22 miliar.

Gugatan dilayangkan dengan alasan utama karena selama satu tahun terakhir, sejumlah sumur warga mengering. Mereka menuding penyebabnya adalah akibat proyek sumur dalam PDAM tersebut.

"Gugatan class action kami sampaikan ke PN Sukoharjo pada 1 Oktober 2020, dengan bukti nomor 97/pdtG/2020/PN Skh. Kami ada 8 pengacara yang siap mendampingi warga Kragilan mendapatkan hak air bersih." kata Ahmad Bachrudin selaku koordinator kuasa hukum warga kepada awak media, Minggu (4/10/2020).

Kepada hariankota.com, Ahmad ditengah kegiatan pemberian bantuan air bersih kepada warga Kragilan menyampaikan, adanya dua pihak yang menjadi tergugat, yakni Direktur PDAM dan Bupati Sukoharjo, karena sejumlah alasan.

"Intinya sejak ada proyek sumur dalam PDAM di Desa Kertonatan (berbatasan dengan Desa Pucangan), sumur warga Kragilan kering. Ini mulai terjadi sejak tahun 2019. Sampai saat ini warga sudah berusaha melakukan mediasi tapi tidak pernah didengar, bahkan sudah meminta hearing dengan DPRD juga belum terlaksana," terangnya.

Tak sampai disitu, disebutkan Ahmad, warga juga sudah menyurati Gubernur Jateng namun belum ada hasil. Akhirnya diputuskan  melayangkan gugatan secara perdata.

"Dalam gugatan primer, warga meminta ganti rugi materiil sebesar Rp 1,4 miliar, kerugian immateriil sebesar Rp 20 miliar dan kerugian lima pengusaha tempe sebesar Rp 675 juta. Total sekira Rp 22 Miliar," paparnya.

Selain itu, dalam gugatan, warga juga meminta pemerintah Pemkab Sukoharjo melalui bupati dan PDAM mengembalikan air sumur warga seperti sedia kala.

Dalam kesempatan ini, warga yang kebetulan tengah mendapat bantuan 2 truk tangki air bersih dari komunitas sosial Sukoharjo bernama Grup Sejuta Guyon (GSG), sekaligus berkumpul untuk menyerukan tuntutan sebagai bentuk nyata bahwa pilihan jalur hukum class action adalah murni keinginan semua warga Kragilan.

"Kami meminta agar pemerintah mendengarkan jeritan warga Kragilan, Pucangan. Kami ingin air sumur kami kembali lagi. Dalam sejarah desa ini, warga tidak pernah kekeringan. Saat ini kami tidak punya air, harus beli atau mandi di sungai." ungkap Suradi Cokro Ismoyo, salah satu warga yang juga koordinator aksi.

Diketahui, sejumlah pihak juga mendukung langkah warga dalam upaya menempuh jalur hukum diantaranya dari Pawartos (Perkumpulan Warga Ageng Kartasura), tim advokad class action, ISRI dan HMI Sukoharjo.

Reporter: Sapto Nugroho
Penulis: Sapto Nugroho
Editor: Gunadi

Share this Article :