Rekomendasi

Genap 62 Tahun UMS, Wabah Corona Tak Pengaruhi Animo Mahasiswa Baru

Sabtu, 24 Oktober 2020 : 14.50
Published by Hariankota


SUKOHARJO-Pandemi Covid -19 telah membuat sektor pendidikan mengalami guncangan hingga mengakibatkan banyak perguruan tinggi khususnya swasta (PTS), mengalami penurunan sangat signifikan dalam jumlah pendaftar calon mahasiswa baru tahun ajaran 2020/2021.

Namun hal itu tidak terjadi di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).

Jumlah animo masyarakat yang mendaftar sebagai mahasiswa baru tahun 2020 justru meningkat 11,3 %  dibandingkan tahun 2019 lalu.

Tercatat 8.745 mahasiswa baru telah melakukan registrasi.Sedangkan jumlah mahasiswa asing sampai tahun 2019/2020 sebanyak 150 mahasiswa.

"Tidak ada pengaruh pandemi Covid-19. Ini salah satu bukti bahwa UMS makin mendapatkan kepercayaan atau Trust dari masyarakat luas," kata Rektor UMS Sofyan Anif saat menyampaikan pidato laporan dalam upacara Milad UMS ke-62 yang digelar secara daring dan luring di Edutorium kampus setempat, Sabtu (24/10/2020).

Menurutnya,di usia 62 Tahun, UMS memasuki fase penguatan reputasi nasional dan internasional. Pengakuan kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi secara nasional ditunjukkan dengan diperolehnya Akreditasi A (Baik Sekali/Unggul) dari BAN-PT pada tahun 2017 serta masuknya UMS dalam klaster tertinggi, yaitu Mandiri dalam kinerja penelitian (25 Perguruan Tinggi di Indonesia).


"Reputasi internasional selain ditunjukkan berbagai kerjasama internasional dengan sejumlah universitas di luar negeri, juga ditunjukkan dengan masuknya UMS sebagai 700 universitas terbaik di Asia dan satu-satunya PTS yang masuk 8 besar perguruan tinggi terbaik di Indonesia oleh lembaga perangking global QS World Rangking selama tiga tahun berturut-turut (2015, 2016 dan 2017)," sebutnya.

Pantauan hariankota.com, dalam kesempatan ini, Ketua PP Muhammadiyah, Haedar Nashir yang hadir secara virtual, menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya dengan pencapaian UMS menuju pendidikan tinggi Islam modern.

"UMS akan jadi kekuatan yang menghasilkan kemajuan dan teknologi sebagai pilar membangun peradaban. Tidak ada peradaban yang maju tanpa kemajuan ilmu dan teknologi," ujarnya.

Haedar pun optimis Muhammadiyah akan melangkah unggul dan berkemajuan, apalagi UMS menjadi salah satu tempat penting dalam organisasi Muhammadiyah, yakni sebagai panitia Muktamar Muhammadiyah ke-48, dengan menyiapkan gedung pertemuan Edutorium yang spektakuler berkapasitas 8.000 orang.

"Maka UMS akan jadi kekuatan baru sebagai perguruan tinggi yang menghasilkan SDM dan ilmu yang berkontribusi pada peradaban dan berkemajuan," pungkasnya.

Reporter: Sapto Nugroho
Penulis: Sapto Nugroho
Editor: Rahayuwati

Share this Article :