Rekomendasi

Gubernur Koster Paparkan Kebijakan Lingkungan dan Kehutanan Bali Saat Bertemu Wamen Kemen LHK

Minggu, 25 Oktober 2020 : 20.22
Published by Hariankota


DENPASAR
- Bertemu Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Wamen Kemen LHK) Alue Dohong, Gubernur Bali Wayan Koster  memaparkan sejumlah kebijakan terkait lingkungan dan kehutanan sesuai visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali.


"Kami sudah menyusun road map, program penghijauan di sejumlah kawasan di Bali. Baik berupa penanaman hutan baru, taman maupun pemanfaatan lahan tidak produktif, seperti di pinggir-pinggir jalan," kata Gubernur Koster. 



Gubernur Koster mengatakan bahwa dalam visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali terkandung konsep Wana Kertih yang merupakan upaya untuk melestarikan hutan. 


"Jadi kami berupaya betul untuk mencapai target 30 persen dari total Provinsi Bali adalah kawasan hijau. Dan selanjutnya kami rencanakan ke depannya, kalau bisa tidak ada lahan terbengkalai yang tidak produktif di Bali," ujar Gubernur. 


Selain penghijauan, Gubernur Koster juga merancang kawasan hijau yang terdiri dari tanaman endemik Bali, tanaman herbal hingga tanaman yang berguna sebagai sarana upakara. 


"Jadi berguna untuk kesejahteraan hingga kesehatan masyarakat, lebih jauh sebagai bagian  dari citra baik Bali sebagai kawasan wisata dunia,"imbuhnya.


Usai mendengar penyampaian tersebut, Wamen Alue Dohong menyebut visi Gubernur Koster mengenai lingkungan dan kehutanan sangat luar biasa. 


"Jadi penghijauan tak hanya menanam kayu, tapi juga tanaman yang berguna, bernilai ekonomis bagi masyarakat. Apalagi jika tanaman herbal bisa diwujudkan, bagus sekali,"  ungkap Wamen berdarah Dayak ini.


Selanjutnya Wamen Dohong menyebut, kondisi lingkungan alam Bali cukup baik. Salah satunya terbukti dengan keberadaan tanaman  mangrove yang terjaga dan terawatt dengan baik. 


"Saya tinjau langsung, dan kondisinya baik. Mangrove harus terus dijaga sebagai barrier alami dari gelombang. Selain itu juga punya peran penting sebagi penjaga ekosistem laut sekaligus penghasil oksigen," jelasnya.


Pada kesempatan itu, Wamen Dohong mengusulkan program adopsi satwa endemik Bali, seperti jalak dan kura-kura sebagai salah satu potensi besar pariwisata Pulau Dewata. 


"Sekaligus bagian dari pelestarian lingkungan dan satwa," pungkasnya.



Jurnalis : Made
Editor : Mahardika

Share this Article :