Rekomendasi

Langgar Aturan, 10 Ribu APK Pilkada Sukoharjo Diturunkan.

Sabtu, 03 Oktober 2020 : 16.45
Published by Hariankota
SUKOHARJO - Petugas gabungan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Sukoharjo, Satpol PP, TNI dan Polri menertibkan Alat Peraga Kampanye (APK) yang melanggar, Sabtu (3/10/2020).

"Penertiban serentak di lakukan di 12 kecamatan dengan melibatkan semua stakeholder yang ada. Karena semua jenis APK sudah diatur dalam PKPU," terang Ketua Bawaslu Sukoharjo, Bambang Muryanto kepada hariankota.com.

Selain itu, menurutnya penertiban dilakukan karena APK yang terpasang melanggar ketentuan perundangan yang bertujuan untuk menjaga kebersihan dan estetika kota.

"Terkait dengan penambahan APK oleh tim kampanye paslon diluar yang difasilitasi KPU, baik jenis, jumlah, maupun desainnya harus sesuai dengan yang telah dimintakan persetujuan ke KPU," sebutnya.

Terhadap hasil penertiban APK, Bambang mengatakan akan dikembalikan kepada masing - masing pasangan Calon Bupati (Cabup) dan Calon Wakil Bupati (Cawabup) yang melanggar aturan.

"Sampai saat ini berdasarkan data yang kami miliki, jumlah APK yang melanggar aturan jumlahnya ada sekira 10 ribu. Jenisnya bermacam - macam, ada spanduk juga baliho," ungkapnya.

Pelanggaran meliputi tak sesuai pedoman lokasi kampanye tentang pemasangan APK untuk peserta pemilu kepala daerah. Selain itu, APK yang dipasang tidak sesuai desain, atau tidak dilaporkan ke KPU.

Sesuai aturan, ada beberapa lokasi yang tidak boleh dipakai untuk memasang APK antara lain jalan protokol, kantor pemerintah, sekolah, rumah ibadah, kantor TNI-Polri dan jembatan.

"Kegiatan penertiban APK akan terus kami lakukan dilakukan hingga masa tenang sebelum pencoblosan nanti," pungkasnya.


Jurnalis : SaptoEditor : Mahardika

Share this Article :