Rekomendasi

Lindungi Motif Khas Bali, Mulai Dari Perda Hingga Mendaftar ke Database Kekayaan Intelektual Komunal Kemenkumham

Rabu, 14 Oktober 2020 : 21.37
Published by Hariankota


DENPASAR
- Khawatir motif Kain Endek akan  ditiru dan diproduksi secara massal oleh pihak luar yang nantinya  ikut memproduksi motif Endek, anggota Tim Ad Hoc Kemenlu Erik Mangajaya menyarankan Pemprov Bali menerapkan Sistem Ekspresi Budaya Tradisional.

Menurutnya, sistem perlindungan ini akan mendorong dan memperkuat promosi serta pengembangan ekonomi kreatif termasuk UMKM di Bali. 

"Untuk mencegah tindakan misappropriation terhadap kain endek, ia menyarankan Pemprov Bali menempuh dua langkah," paparnya, Rabu (14/10/2020). 

Langkah pertama, menetapkan peraturan daerah mengenai seni budaya tradisional kain Endek Bali. 

"Kemudian langkah kedua, mendaftarkan kain Endek Bali pada Database Kekayaan Intelektual Komunal Kemenkumham atau Sistem Pengelolaan Data Pokok Kebudayaan Kemendikbud," tegasnya.  

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali mengaku khawatir jika nasib kain motif Endek akan   bernasib sama dengan tenun Rangrang. Dimana pada suatu masa tenun khas Nusa Penida itu sempat booming dan motifnya ditiru dan diproduksi secara massal.

“Orang luar ikut memproduksi motif rangrang hingga pada titik tertentu kehilangan selera pasar. Saya tak ingin hal tersebut terjadi pada kain endek,” imbuhnya.

Oleh sebab itu, ia mengajak semua pihak menjadikan pengalaman tersebut sebagai sebuah pelajaran. Jangan dibutakan oleh rasa bangga lalu abai terhadap kewajiban untuk menjaga dan melestarikan.


Reporter: Made Suganda
Penulis: Made Suganda
Editor: Mahardika


Share this Article :