Rekomendasi

Masih Pandemi, Keraton Surakarta Tiadakan Grebeg Maulud dan Sekaten

Minggu, 25 Oktober 2020 : 16.24
Published by Hariankota

 


SOLO - Pandemi Covid -19 masih menjadi ancaman kesehaan, kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW berupa Gerebeg Maulud dan pasar rakyat Sekaten di Alun - Alun Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat (KKSH) diputuskan ditiadakan.


Informasi yang didapat hariankota.com peniadaan acara gerebeg dan sekaten merupakan keputusan Raja Paku Buwono XIII Hangabehi. Hal itu dilakukan untuk mencegah meluasnya wabah corona jika acara dilaksanakan dengan resiko akan terjadi kerumunan massa.


"Peniadaan tersebut sesuai perintah Sinuwun Paku Buwono XIII Hangabehi mempertimbangkan masih mewabahnya virus corona dan potensi kerumunan massa," kata Pengageng Parentah Keraton, KGPH Adipati Dipokusumo kepada wartawan, Minggu (25/10/2020). 


Dengan keputusan itu, maka peringatan Maulud Nabi Muhammad SAW tahun ini tidak ada tetabuhan sepasang gamelan milik keraton, yakni Kiai Guntur Madu dan Kiai Guntur Sari. 


Gamelan biasanya selama sekaten ditabuh bergantian oleh abdi dalem di halaman Masjid Agung tak jauh dari Alun - Alun Keraton Surakarta, tempat biasanya sekaten digelar.


Selain itu, dengan tidak adanya Gerebeg Maulud maka otomatis prosesi arak - arakan dan rebutan gunungan dihalaman Masjid Agung juga tidak ada. Yang ada hanya wilujengan dalem secara internal dengan peserta terbatas. 


"Tata cara persiapan yang lain seperti jamasan pusaka tetap dilaksanakan dengan mentaati standar protokol kesehatan Covid-19, dengan tetap menjaga jarak dan menggunakan masker," pungkas Dipo.



Jurnalis : Sapto
Editor : Mahardika

Share this Article :