Rekomendasi

Menko PMK Sambangi Sukoharjo Serahkan Sertifikat CPOB dan Izin Edar Produk Obat Jamu

Jumat, 09 Oktober 2020 : 18.37
Published by Hariankota

 


SUKOHARJO – Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyerahkan sertifikat Cara Pembuatan Jamu yang Baik (CPOB) kepada sejumlah pelaku usaha jamu serta izin edar bagi produk obat jamu tradisional /obat herbal di  Sukoharjo, Jum'at (9/10/2020).


Pantauan hariankota.com,  dalam kesempatan kunjungan kerja ini Muhadjir juga melakukan dialog dengan perwakilan pelaku usaha jamu serta obat jamu tradisional didampingi Bupati Sukoharjo, Wardoyo Wijaya di Pendopo Graha Satya Praja (GSP) komplek Setda Sukoharjo.


Sedikitnya ada delapan pelaku usaha obat jamu tradisioanl yang menerima sertifikat CPOB dan tujuh produk obat jamu tradisional yang dimiliki empat pelaku usaha memperoleh izin edar.


“Saya baru tahu kalau Sukoharjo itu sentra industri jamu dan obat tradisional, setahu saya itu Karanganyar,” kata Muhadjir.


Dihadapan undanan terbatas, Menteri PMK menyampaikan, ke depan diharapkan obat dan jamu tradisional harus jadi leading sector untuk mengurangi ketergantungan obat kimia. Apalagi, saat ini lebih dari 90% bahan baku obat di tanah air masih import dari negara luar.


"Termasuk untuk bahan baku obat corona dimana bahan bakunya semuanya import dari India," ungkapnya.


Dari dialog, ia juga berharap mendapatkan keluhan terkait pengurusan sertifikat CPOB dan juga izin edar dimana selama ini sering dikatakan pengurusannya sulit dan berbelit-belit. Padahal, pemerintah berkomitmen untuk mempermudah semua proses izin agar lapangan kerja terus tumbuh.


“Dengan didampingi UNS saya harap jamu dan obat tradisional di Sukoharjo bisa “go internasional”. Jangan kalah dengan negara lain, yang penting kualitas harus dijaga,” tandas Muhadjir yang turut disertai Kepala Badan POM, Penny K Lukito.


Menyambut kunjungan Menteri PMK, Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya memaparkan, bahwa Sukoharjo  merupakan sentra industri jamu Nasional. Hal itu dibuktikan dengan keberadaan pasar khusus bahan baku jamu tradisional, yakni Pasar Jamu Nguter. Selain pasar jamu, juga sudah ada Kampung Jamu Nguter.


“Saya berharap pelaku usaha jamu untuk terus berinovasi dan menjaga kualitas serta keasliannya sehingga jamu dan obat jamu memberi kontribusi untuk menjaga kesehatan masyarakat,” imbuh Bupati.


Usai menyerahkan sertifikat CPOB dan izin edar obat jamu tradisional di Sukoharjo, Menteri PMK sekira pukul 11.00 WIB langsung take off kembali Jakarta melalui  bandara Internasional Adisumarmo. 



Jurnalis : Sapto Nugroho
Editor : Mahardika

Share this Article :