Rekomendasi

Muscablub Dinilai Cacat, Massa Pemuda Pancasila Solo Tolak Ketua Terpilih

Jumat, 02 Oktober 2020 : 19.51
Published by Hariankota
SOLO - Puluhan orang berseragam Ormas Pemuda Pancasila (PP) Kota Solo ramai-ramai melakukan aksi protes dengan melepas seragam dan membentangkan spanduk berisi ungkapan kekecewaan atas proses dan hasil pelaksanaan Musyawarah Cabang Luar Biasa (Muscablub) Majelis Pimpinan Cabang (MPC) PP Kota Solo, Jum'at (2/10/2020).

Informasi yang didapat hariankota.com, puluhan anggota PP mengatasnamakan Forum Arus Bawah Pemuda Pancasila Kota Solo ini menilai, mekanisme Muscablub yang telah berlangsung, Minggu (20/9/2020) lalu cacat, sehingga diminta untuk diulang.

Mereka menuntut ketua MPC PP Kota Solo terpilih supaya diganti melalui Muscablub ulang dengan memasang spanduk di lima titik strategis di Kota Solo. Salah satunya di Taman Banjarsari.

Dalam spanduk, juga tertulis permintaan bantuan kepada Walikota Solo sebagai pembina ormas untuk terlibat menyelesaikan persoalan internal ormas besutan Japto Soerjosoemarno ini.

Koordinator aksi, Hendras Ery Wicaksono menyampaikan, pihaknya merasa prihatin terkait hasil Muscablub. Karena seharusnya pengambilan keputusan Muscablub secara mufakat, namun yang berlangsung mekanisme pemilihan ketua MPC secara voting.

"Memang sesuai ketentuan dalam Muscablub kemarin memenuhi. Ada tujuh pemilik hak suara. Masing-masing lima suara dari  PAC, satu MPC, serta satu suara dari Majelis Pengurus Wilayah (MPW) Jawa Tengah. Namun ada indikasi dugaan ketidaknetralan dalam pelaksanaanya," kata Hendras.

Ia menyampaikan, bila tuntutan untuk menggelar Muscablub ulang tidak mendapat respon dari Ketua Umum MPN, maka kader PP Kota Solo yang tergabung di Forum Arus Bawah sudah sepakat akan menggantungkan seragam alias pasif dari segala kegiatan.

"Kami akan mengambil langkah 'gantung baju' alias vakum dari semua kegiatan Pemuda Pancasila Solo," tegasnya.

Salah satu kader PP Solo yang juga  panitia pelaksana Muscablub lalu, Totok Budi Santosa meminta agar MPW PP Jateng dan MPN PP segera mengambil sikap untuk segera menyelesaikan masalah di MPC kota Solo. Harapannya agar permasalahan tidak bertambah rumit.

"Mumpung SK belum keluar (MPN)  agar segera turun ke bawah langsung terjun sendiri ke kota Solo untuk menyelesaikan  permasalahan di internal. Untuk sementara vakum dari semua kegiatan PP sesuai keinginan dari anggota," imbuhnya.

Terpisah Ketua MPC PP Kota Solo yang baru saja terpilih, Faisol Rifqi saat dihubungi awak media mengatakan, pihaknya menghargai adanya beda pendapat dalam pemilihan ketua yang digelar belum lama ini.

"Namanya beda pendapat itu hal yang wajar. Menang-kalah dalam (pemilihan) juga hal biasa. Namun saya tidak menyebut ini perpecahan (PP Solo)," jelasnya melalui sambungan telepon.

Ia menyatakan, bahwa anggota PP yang protes tersebut adalah saudara. Protes menurutnya merupakan hak dari semua anggota untuk berpendapat. Namun terkait pemasangan spanduk dinilainya tidak sesuai dengan norma yang ada di PP.

"Dalam menyikapi beda pendapat ini semua harus berpikiran dingin untuk kedepannya. Bagaimanapun juga saat ini saya sudah terpilih. Ini SK sudah mau turun, saya sudah jadi 'bapaknya PP. Jadi kedepan akan kami rangkul semua, harus ngemong semuanya. Tidak ada perpecahan dalam PP Solo, hanya beda pendapat," pungkas Faisol.


Jurnalis : Sapto
Editor : Mahardika

Share this Article :