Rekomendasi

Pemerintah Upayakan Obat Tradisional dan Jamu Menjadi Sektor Terdepan

Sabtu, 10 Oktober 2020 : 11.16
Published by Hariankota
JAKARTA - Kekayaan rempah dan bahan herbal yang dimiliki Indonesia membuat pemerintah berupaya menjadikan obat tradisional dan jamu menjadi leading sector dalam penyelenggaraan kesehatan nasional untuk mengurangi ketergantungan terhadap obat-obatan impor, termasuk bahan bakunya.

Hal itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy saat berdialog dengan pelaku UMKM Jamu di Kabupaten Sukoharjo.

Dirinya  mengatakan bahwa saat ini bahan baku pembuatan obat di Indonesia sangat didominasi bahan impor, sedangkan bahan lokal digunakan hanya sedikit.

“Sementara kita (Indonesia) begitu kaya flora fauna. Itu bisa menjadi sumber bahan baku obat yang selama ini belum begitu dimanfaatkan,” kata Menko Muhadjir saat menyampaikan arahan saat Jumat (9/10/2020).

Lebih lanjut, menurut Menko Muhadjir adanya pandemi Coronavirus Disease (Covid-19) menyingkap kenyataan bahwa penyelenggaraan kesehatan mulai dari alat-alat kesehatan sampai obat-obatan masih didominasi import.

Maka dari itu, pemerintah berupaya mengarusutamakan obat-obat tradisional dan jamu-jamuan agar betul-betul menjadi tuan rumah sendiri di Indonesia.

Pada kesempatan itu, Menko Muhadjir menyerahkan Sertifikat Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik Bertahap (CPOTB).

Selain itu juga menyerahkan Nomor Izin Edar Obat Tradisional kepada sejumlah pelaku UMKM jamu yang ada di Kabupaten Sukoharjo.

Ia mengatakan, program pembagian Sertifikat CPOTB dan Izin edar akan terus digalakkan hingga seluruh Indonesia.

“Agar pelaku UMKM jamu bisa menghasilkan jamu dan obat tradisional yang bermutu, dan turut memberdayakan masyarakat. Kita akan dukung penuh pelaku usaha di bidang obat tradisional dan jamu ini,” kata Menko Muhadjir.

Selain itu, Menko Muhadjir juga meminta agar pelaku UMKM jamu agar terus mengembangkan inovasi produk sampai menghasilkan obat tradisional yang telah teruji klinis dan mendapatkan grade fitofarmaka.

Jurnalis : Jum

Editor : Mahardika

Share this Article :