Rekomendasi

Pemkab Buleleng Bersinergi Untuk Pemulihan Sektor Pariwisata

Sabtu, 31 Oktober 2020 : 22.43
Published by Hariankota


BULELENG
- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng bersinergi dengan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Bali berupaya membangkitkan dan memulihkan sektor pariwisata yang selama ini lumpuh akibat pandemi Covid-19. 


Hal tersebut diwujudkan dalam

pembahasan langkah-langkah strategis salah satunya dalam acara Simakrama Kepariwisataan dalam Tatanan Kehidupan Era Baru, di Krisna Ocean Park, Lacosta Beach Lounge, Desa Temukus, Kecamatan Banjar, Jumat (30/10/2020) malam.


Mewakili Bupati Buleleng, Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Buleleng Made Sudama Diana mengatakan, untuk memulihkan kondisi kepariwisataan pascapandemi, sangat membutuhkan dukungan dari semua pihak yang terlibat. 


"Baik itu dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi hingga pemerintah daerah," papar Kadinas Pariwisata Pemkab Buleleng.  


Lebih lanjut menurut dia, satu hal yang menjadi bekal dalam upaya pemulihan ekonomi dan dalam sektor pariwisata di Buleleng yakni status zona kuning untuk Kabupaten Buleleng. 


"Namun jika di daerah lain penyebaran Covid-19 masih terjadi secara masif, tentu akan membawa pengaruh pada kunjungan wisatawan," lanjutnya.


Untuk mengembalikan kondisi kepariwisataan di Buleleng semua harus berkomitmen bersama. Salah satunya dengan meningkatkan kedisiplinan menjalankan protokol kesehatan. Saya harap Kabupaten lain yang ada di Bali dapat segera meredam penularan Covid-19 ini.  


Sementara itu, pada sambutan Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, yang dibacakan oleh Sudama Diana mengungkapkan, terkait dengan upaya pemulihan khusus pada sektor pariwisata, Kabupaten Buleleng, telah melakukan sertifikasi kebersihan, kesehatan, keamanan dan ramah lingkungan atau clean, healthy, safety, and environment (CHSE). Sertifikasi CHSE telah dilakukan terhadap 99 industri dan destinasi wisata yang ada di Buleleng. Peningkatan kesiapan SDM pariwisata juga dilakukan.


“Pelaksanaan promosi potensi wisata terus kita lakukan dengan penggabungan antara kegiatan langsung dan virtual. Seperti yang baru saja kita lakukan yakni penyelenggaraan event Pemutaran Bay Festival 2020 beberapa hari yang lalu,” ungkap dia.


Selain itu, Deputi Bidang Kebijakan Strategis Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) RI, R. Kurleni Ukar menjelaskan, Simakrama Kepariwisataan dalam Tatanan Kehidupan Era Baru ini ditujukan untuk menyosialisasikan kebijakan strategis guna menggairahkan sektor pariwisata Bali. Simakrama kepariwisataan ini juga menjadi pemantik pemulihan sosial dan ekonomi saat pandemi.


“Saya berharap semoga simakrama ini membawa manfaat bagi pariwisata di Bali. Selain meningkatkan imunitas ekonomi, sosial dan budaya juga akan meningkatkan imunitas insan serta industri pariwisata Bali sebagai lokomotif pariwisata Indonesia,” tutupnya. 




Jurnalis : Kom
Editor : Mahardika

Share this Article :