Rekomendasi

Penasihat Menko Maritim : Isolasi Mandiri Tak Efektif Tekan Penularan Covid-19

Senin, 19 Oktober 2020 : 19.03
Published by Hariankota


SUKOHARJO
- Penasihat Menteri Koordinator Kemaritiman Bidang Penanganan Covid-19, Monica Nirmala mengatakan, anjuran isolasi mandiri yang selama ini dijalankan oleh sejumlah pemerintah daerah bagi masyarakat tidak akan efektif menurunkan potensi penularan virus.

"Isolasi mandiri di rumah masing-masing sulit untuk meredam penularan corona di Indonesia. Kami mendorong deteksi skala besar dan karantina terpusat memisahkan yang sakit dari yang sehat," kata Monica saat kunjungan lapangan di Sukoharjo, Senin (19/10/2020) sore.


Diutus langsung Menko Bidang Kemaritiman Luhut B. Pandjaitan untuk menggali permasalahan penanganan Covid-19 di Sukoharjo, ia mengatakan pengetesan dan pelacakan dinilai penting karena penularan corona didominasi segelintir orang yang terinfeksi, yang disebut sebagai super spreaders.


"Karena sebanyak 80% kasus baru disebabkan oleh 20% orang yang terinfeksi. Mereka mampu menularkan virus corona kurang lebih dua hari sebelum timbul gejala, hingga 10 hari setelah bergejala," paparnya.


Oleh karena periode infeksius yang singkat ini, maka waktu dan kecepatan respons penanganan menjadi sangat penting dilakukan untuk memutus rantai penularan. Ia menyebut, waktu adalah kunci.


"Bukan hanya testing dan tracing yang penting, pendampingan karantina dan isolasi juga harus jadi perhatian. Tes-lacak-isolasi adalah tiga mata rantai surveilans yang saling terkait," tegasnya.


Kepada seluruh pejabat terkait penanganan Covid-19 Kabupaten Sukoharjo yang hadir dan berdialog denganya, Monica menyampaikan, deteksi dini dan pendampingan pasien menjalani isolasi serta perawatan hingga tuntas adalah kunci penanganan pandemi.


Lulusan Harvard of University bergelar Master Kesehatan Masyarakat ini beralasan, pemukiman di Indonesia padat penduduk. Berpotensi terjadi penularan ketika ada orang muda pembawa virus tinggal dengan orang tua dan kakek nenek atau kelompok rentan.


“Isolasi mandiri bersifat sukarela atau voluntary yang memungkinkan kasus dan suspek tetap dapat berjalan-jalan dan menularkan ke masyarakat umum lainnya,” imbuhnya.


Menanggapi, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sukoharjo, Yunia Wahdiyati membenarkan apa yang disampaikan Monica tentang isolasi terpusat. Isolasi mandiri tidak efektif sebab masyarakat terbiasa tinggal dalam satu rumah bersama - sama.


"Kami sempat melakukan diskusi, seandainya ada kebijakan bagi orang yang terkonfirmasi kasus positif harus melakukan isolasi terpusat. Misalnya memanfaatkan secara optimal rumah sehat (barak dalmas Polres Sukoharjo-Red)," ujarnya kepada hariankota.com.


Jika rumah sehat kapasitasnya tidak cukup, Yunia juga mendorong untuk menyiapkan ruang karantina di desa - desa atau kecamatan - kecamatan dalam rangka memutus rantai penularan corona di Sukoharjo.


"Apalagi kita orang Jawa, terbiasa makan nggak makan yang penting kumpul. Nah, itu yang jadi poin entrinya penularan corona dari klaster keluarga," pungkasnya. 



Jurnalis : Sapto Nugroho
Editor : Mahardika

Share this Article :