Rekomendasi

Peran Penting KPID Dalam Menangkal Hoax

Rabu, 21 Oktober 2020 : 16.42
Published by Hariankota


DENPASAR
- Pemrov Bali gelar audensi dengan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Bali.

Wakil Gubernur Bali Tjokorda  Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) mengapresiasi peran Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Bali dalam penguatan lembaga penyiaran. 


KPID sebagai lembaga yang punya peran strategis di tengah pesatnya perkembangan media online. Lembaga penyiaran yang berada di bawah pengawasan KPID senantiasa hadir memberi pencerahan dan informasi penangkal HOAX


"Kita sangat membutuhkan lembaga penyiaran memberi informasi yang bermanfaat, dan menjadi acuan bagi masyarakat untuk mengetahui apa yang sesungguhnya terjadi," papar  Wagub Cok Ace. 


Ketua KPID Made Sunarsa menyampaikan bahwa lembaga yang dipimpinnya tidak hanya   fokus pada pengawasan, namun juga bertanggung jawab pada upaya penguatan lembaga penyiaran


"Lembaga penyiaran seperti radio dan televisi yang tergolong dalam kelompok media konvensional saat ini dihadapkan pada tantangan yang kian berat," paparnya. 


Salah satu tantangan yang dihadapi adalah terdesaknya lembaga penyiaran oleh kemunculan media online.


"Kami tidak boleh down, karena saat ini lembaga penyiaran konvensional tetap menjadi sumber informasi yang dapat dipercaya," paparnya. 


Selain itu KPID juga mendukung pelaksanaan Peraturan Gubernur Bali No.80 Tahun 2018 Tentang Pelindungan dan Penggunaan Bahasa, Aksara dan Sastra Bali Serta Penyelenggaraan Bulan Bahasa Bali serta Peraturan Gubernur Nomor 79 Tahun 2018 Tentang Hari Penggunaan Busana Adat Bali.


Nantinya, KPID pada tanggal 19 November 2020 yang bertepatan dengan hari Kamis, mewajibkan seluruh lembaga penyiaran di Bali untuk menggunakan Bahasa Bali  dalam siaran mereka setelah Pukul 12.00 wita dengan durasi waktu minimal 15 menit


"Selain itu, saat siaran juga wajib menampilkan Busana Adat Bali," pungkasnya. 




Jurnalis : Wayan
Editor : Mahardika

Share this Article :