Rekomendasi

Polda Bali dan BPOM Amankan Penjual Puluhan Botol Obat Ilegal

Senin, 26 Oktober 2020 : 23.10
Published by Hariankota

Foto Istimewa

DENPASAR
-  Balai Besar POM (BBPOM) Denpasar, yang bekerjasama dengan Ditkrimsus Polda Bali amankan seorang pria berinisial AMF (27). Pelaku mengedarkan jenis obat Trihexyphenidyl dan Dextromethorphan tanpa izin alias ilegal.


Wadir Ditkrimsus AKBP IGD Nakti Widhiarta sebut penangkapan pelaku berawal dari petugas mendapatkan informasi pada Sabtu (10/10) lalu, bahwa ada pengiriman produk ilegal melalui pengiriman barang ekpedisi dari Jawa. 


"Kemudian petugas melakukan penyelidikan dan pada Minggu (11/10) pelaku diamankan di Jalan Sekar Sari, Gang Xl, nomor 2, Desa Kesiman, Kertalangu, Denpasar Timur," jelasnya Senin (26/10/2020) 


Sementara modus yang digunakan pelaku dengan sengaja mengedarkan persediaan farmasi atau alat kesehatan yang tidak memenuhi standar atau persyaratan keamanan.


"Baik itu khasiat atau kemanfaatan dan mutu mengedarkan sediaan farmasi yang tidak memiliki izin edar," paparnya.


Dalam penangkapan tersebut, petugas  mengamankan barang bukti obat Trihexyphenidyl tablet warna putih dengan logo Y sebanyak 31.189 tablet yang dimasukkan dalam 32 botol. 


Kemudian Dextromethorphan tablet warna kuning dengan tulisan Nova dan DMP sebanyak 5.172 tablet dalam 5 botol dan ditaksir nilai obat ilegal itu Rp 43. 400.000.


I Wayan Eka Ratnata selaku Kepala Bidang Penindakan BBPOM Denpasar, menyampaikan pihaknya menyebut tidak mengetahui di mana obat-obatan ilegal ini diproduksi.


Disebutkan obat-obatan yang disita sebelumnya memang diijinkan beredar di masyarakat. Namun beberapa tahun lalu jenis obat tersebut sudah tidak lagi diproduksi. 



"Sudah sejak tahun 2013 sudah dicabut edarnya.  Karena dari evaluasi ternyata efek resikonya lebih tinggi daripada manfaatnya. Kalau untuk (Trihexyphenidyl) adalah (obat) terbatas karena (dosisnya) keras," paparnya.  


Pelaku dijerat dengan Undang-undang nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan Pasal 196 yang berbunyi setiap orang yang dengan sengaja memproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi atau alat kesehatan yang tidak memenuhi standar atau persyaratan keamanan, khasiat atau kemanfaatan dan mutu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 98 Ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp 1 miliar. 




Jurnalis : Jum
Editor : Mahardika

Share this Article :