Rekomendasi

Positif Covid-19, KPU Minta Cakada Hindari Kampanye

Rabu, 07 Oktober 2020 : 20.06
Published by Hariankota



JAKARTA
  - Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, I Dewa Kade Wirarsa Raka Sandi, mengharapkan  calon kepala daerah (cakada) yang dinyatakan positif Covid-19, untuk tidak melakukan tahapan kampanye Pilkada 2020.


Menurut Raka, kampanye Pilkada 2020  bisa diwakili oleh tim kampanye. Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) mengatur semua pihak yang terlibat dalam penyelenggaran Pilkada untuk wajib mematuhi protokol kesehatan.

"Jika ada calon yang positif Covid-19, tentu diharapkan tidak berkampanye, apalagi berkampanye tatap muka langsung," kata Raka melalui keterangannya, Selasa (6/10/2020).

Menurutnya, hal ini penting diperhatikan dalam rangka menghindari penyebaran virus Covid-19. Apalagi, tahapan kampanye masih bisa diwakili, apabila calon tersebut berhalangan.

"Kampanye tetap dapat dilakukan oleh calon yang sehat atau tim kampanye, beserta jajarannya sesuai ketentuan yang sudah diatur dalam PKPU," ujar dia. 

Sebelumnya,  KPU  menyampaikan rekapitulasi perkembangan bakal calon dan  cakada yang meninggal dunia sepanjang tahapan Pilkada  2020 berjumlah empat orang.

Anggota KPU RI Evi Novida Ginting Manik menyebutkan, empat orang itu  berasal dari empat daerah yakni,  Kabupaten Berau, Bangka Tengah, Halmahera Timur, dan Kota Bontang.

Sedangkan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI melaporkan hasil pengawasannya, selama tahapan kampanye Pilkada 2020. Hasilnya, Bawaslu telah memberikan surat peringatan kepada 70 pasangan calon (paslon).

"Sampai dengan satu minggu kampanye, Bawaslu telah mengeluarkan 70 surat peringatan tertulis terhadap paslon yang melanggar protokol kesehatan," kata Anggota Bawaslu RI Fritz Edward Siregar.

Fritz menyampaikan bahwa, 70 surat dikeluarkan oleh Kabupaten/Kota yang menyelenggarakan Pilkada 2020.

Ia menyebutkan, beberapa daerah yang Paslonnya telah diberikan surat peringatan.

"Daerah tersebut diantaranyaTabanan, Tangerang Selatan (Tangsel), Depok, Pangandaran, Indramayu, Purbalingga, dan Surakarta," jelasnya.

Dia menegaskan bahwa, surat peringatan itu diberikan Bawaslu, merujuk pada peraturan yang telah mengatur proses kampanye Pilkada 2020 di tengah pandemi Covid-19.

"Sudah kita sepakati bahwa PKPU 13/2020 sebagai dasar kita untuk bertindak dalam proses pemilihan di Pilkada ini," tambahnya.

Pelaksanaan tahapan kampanye ini dimulai pada tanggal 28 September 2020, dan akan berakhir pada tanggal 5 Desember 2020. Sedangkan tahapan pemungutan suara Pilkada 2020 di 270 daerah akan digelar pada 9 Desember. 



Jurnalis : Jum
Editor : Mahardika

Share this Article :