Rekomendasi

Provinsi Bali Terima Penghargaan Pengurangan Resiko Bencana dari BNPB

Selasa, 13 Oktober 2020 : 18.40
Published by Hariankota


DENPASAR
- Propinsi Bali terima penghargaan dari Bandan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terkait kontribusi dalam bidang pengurangan resiko bencana di Provinsi Bali selama ini. 

Penghargaan diserahkan langsung pada acara puncak peringatan bulan Pengurangan Resiko Bencana (PRB) oleh Sekretaris Utama BNPB  Harmensyah.  


Penghargaan diterima oleh Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali Made Rentin, yang mewakili gubernur Bali Wayan Koster di Gedung BNPB, Jakarta pada Selasa (13/10/2020). 


Penghargaan tersebut diserahkan dalam rangka peringatan bulan Pengurangan Resiko Bencana (PRB) yang rutin dilaksanakan setiap tahun di bulan Oktober. Pada tahun ini tema peringatan Bulan PRB adalah “Daerah Punya Aksi Pengurangan Resiko Bencana”. 


Dalam kesempatan tersebut  Kalaksa BPBD Bali Made Rentin, berkesempatan menyampaikan materi terkait Pengelolaan Peringatan Dini Tsunami di Provinsi Bali. 


Dalam pemaparannya, ia mengatakan bahwa Pulau Bali berhadapan dengan Zona Megathrust Segmen Sumba, yang memiliki potensi gempa dan tsunami dengan magnitudo tertarget M8,5. 


"Dalam mengatasi hal tersebut, maka Pemprov Bali berkomitmen dalam  Manajemen resiko, kesiapan mengantisipasi permasalahan dan tantangan dlm tatanan lokal, nasional dan global baik dalam hal bencana alam ataupun bencana lainnya," paparnya. 


Terkait kesiapsiagaan menghadapi ancaman tsunami tersebut, Pemprov Bali melakukan beberapa hal yaitu: Menjalin kerja sama dengan French Red Cross (Palang Merah Perancis) untuk mendirikan Crisis Centre.


Menjalin kerja sama dengan German Indonesia Tsunami Early Warning System (GITEWS), Menjalin kerjasama dengan BMKG dengan Pemasangan Intensitimeter dan WRS New Generation


"Juga memasang Sirine Peringatan Dini Tsunami di sembilan (9) titik," imbuhnya. 


Pembuatan Peta Evakuasi Tsunami dan Tempat Evakuasi Sementara (TES), Membentuk Desa Tangguh Bencana dan Sekolah Aman bencana dengan mengedepankan kearifan lokal. 


Menjalin kerja sama dengan pemerintah kabupaten/kota untuk memasang Papan Petunjuk Evakuasi; Melakukan sosialisasi bahaya Tsunami; Menetapkan Hari Simulasi Bencana (tiap tgl 26/tiap bulan) juga serta Sertifikat Kesiapsaigaan Bencana Bagi Penyedia Industri Pariwisata.



Jurnalis : Made
Editor : Mahardika

Share this Article :