Rekomendasi

Ribuan Pohon Mangrove Ditanam di Buleleng Secara Padat Karya

Jumat, 23 Oktober 2020 : 20.08
Published by Hariankota


BULELENG
- Dorong  Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), puluhan ribu bibit tanaman  jenis  mangrove ditanam di Buleleng, Bali secara padat karya.


Untuk tahun 2020 ini, pohon mangrove ditanam di lahan seluas 100 hektare untuk seluruh wilayah  Bali, dengan anggaran Rp2,6 miliar.


Penanaman bibit mangrove ini dihadiri langsung oleh Wakil Menteri (Wamen) KLHK RI, Dr. Alue Dohong bersama dengan Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Setda Buleleng Putu Karuna yang dalam hal ini mewakili Bupati Buleleng.


Program Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia (KLHK RI) ini melibatkan dua Kelompok Usaha Bersama (KUBE) yang ada di Desa Sumberklampok, Kecamatan Gerokgak yakni Wana Segara dan Bunga Indah.

Termasuk juga FKPD Kabupaten Buleleng, 


Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Buleleng Putu Ariadi Pribadi, Camat Gerokgak Made Juartawan, dan para petugas dari Balai Taman Nasional Bali Barat (TNBB) di Desa Sumberklampok, Kecamatan Gerokgak. 


Usai melakukan penanaman bibit mangrove, Wamen Alue Dohong mengatakan luas lahan yang diberikan di Desa Sumberklampok yakni delapan hektar, dari luas  total 100 hektar untuk seluruh wilayah di Provinsi Bali.


"Penanaman yang dilakukan secara padat karya ini ditujukan agar dapat membantu perekonomian warga setempat yang terdampak pandemi Covid-19 hingga saat ini. Selain itu juga untuk menambah populasi tumbuhan mangrove," paparnya. 


Pada kesempatan yang sama,

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Buleleng Putu Ariadi Pribadi, mengungkapkan program ini dapat memberikan dampak positif terhadap kelestarian lingkungan di Kabupaten Buleleng.


"Program padat karya seperti ini, kelompok yang melakukan penanaman juga diberikan upah harian. Sehingga dapat membantu dalam situasi pandemi seperti sekarang ini," imbuhnya. 


Sementara itu, Kepala Balai Pengelolaan DAS dan Hutan Lindung (BPDASHL) Unda Anyar-Bali, Titik Wurdiningsih menjelaskan secara umum kondisi populasi mangrove di Bali saat ini tergolong baik dibanding daerah lain.


"Hanya beberapa titik saja yang mengalami kerusakan,  dikarenakan adanya sampah yang menutup akar napasnya, alih fungsi, hama dan faktor lainnya," imbuhnya.


Semoga masyarakat dapat menjaga mangrove ini agar nantinya tujuan untuk menjadikan eko wisata mangrove di daerah ini bisa terwujud.


"Selain itu, tumbuhan mangrove juga dapat menjadi benteng pantai untuk menghalang ombak besar atau tsunami,” jelasnya.


Ketua KUBE Bunga Indah Desa Sumberklampok, Bakri mengatakan jumlah anggota yang melakukan penanaman yakni 25 orang untuk kelompok Wana Segara, dan 29 orang dari kelompok Bunga Indah.


"Per kelompok mendapatkan masing-masing 48.000 bibit. Program ini sangat membantu perekonomian warga khususnya para nelayan. Semakin banyak tumbuhan mangrove akan memudahkan penangkapan ikan. Kami  berharap kedepan dapat menyediakan bibit sendiri dengan memanfaatkan mangrove yang sudah ada disini,” pungkasnya. 




8

Share this Article :