Rekomendasi

Sambut Milad Ke-62 Dengan Sederhana, UMS Sukses Membangun Kultur

Jumat, 16 Oktober 2020 : 18.18
Published by Hariankota

 

SUKOHARJO - Menghindari berkumpulnya banyak orang, menyambut Milad Ke-62 Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar kegiatan sederhana menanam pohon dan kerja bakti di kawasan gedung baru 'Edutorium', Jum'at (16/10/2020)  


Dipimpin langsung Rektor UMS, Sofyan Anif, kegiatan melibatkan seluruh civitas akademi mulai wakil rektor, dekan, pembantu dekan, dosen, staf karyawan, hingga unsur perwakilan mahasiswa.


Di umur perjalanan menginjak 62 tahun ini berbagai torehan prestasi baik nasional hingga internasional telah banyak didapat UMS. Bahkan 2019 lalu, satu-satunya perguruan tinggi swasta Indonesia yang masuk jajaran 200 terbaik se-Asia.  

 

"Seiring berbagai upaya yang dilakukan, kami menargetkan predikat "World Class University" di tahun 2029. Program studi kami yang terakreditasi A sudah 63 %. Selain itu, tulisan jurnal bereputasi internasional sudah lebih dari 1.000," sebut Rektor.


Kepada hariankota.com, Rektor menyebut, jumlah tulisan itu meningkat signifikan jika dibandingkan dengan tahun 2017, yang saat itu masih di kisaran 240 tulisan.


"Ini akan kami kembangkan terus. Sebulan lalu kami sudah tetapkan bahwa akan membangun kultur akreditasi internasional. Ini menjadi tugas seluruh pihak," katanya.


Dari sisi kualitas program studi kata Anif, saat ini Teknik Elektro dan Teknik Kimia sudah berakreditasi internasional. Oleh karena itu, empat tahun di sisa masa jabatannya, ia akan melakukan penguatan reputasi internasional.


"Untuk kegiatan milad yang lain adalah tanggal 24 Oktober (puncak milad-Red) akan ada laporan pertanggungjawaban rektor dan malamnya ada pentas wayang kulit 'climen' (sederhana) secara daring dengan dalang Ki Seno Nugroho," tuturnya.


Ditambahkan, milad kali ini juga dijadikan sebagai momentum untuk membangun kultur bersatunya seluruh civitas akademik menjadi kekuatan untuk perkembangan UMS sekalgus membangun Muhammadiyah secara umum serta membangun peradaban dunia.


"Dulu sering ada kalimat kurang baik, UMS hanya milik orang tertentu. Ini saya balik, UMS milik semua, sampai tingkat bawah terlibat semua. Budaya ini sebagai kebiasaan untuk memberikan kontribusi kepada UMS, jangan ada kelompok-kelompok," pungkasnya 




Jurnalis : Sapto
Editor : Mahardika

Share this Article :