Rekomendasi

Sidang Perdana Gugatan Class Action Proyek Sumur Dalam PDAM, Warga Geruduk Pengadilan

Kamis, 15 Oktober 2020 : 17.13
Published by Hariankota

 


SUKOHARJO - Seratusan warga Dukuh Kragilan, Desa Pucangan, Kecamatan Kartasura hadir di Pengadilan Negeri (PN) Sukoharjo ingin menyaksikan sidang perdana gugatan terhadap proyek sumur dalam Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Makmur Sukoharjo, Kamis (15/10/2020).


Mengingat Sukoharjo masuk zona merah pandemi Covid-19, petugas keamanan dari Polres Sukoharjo berkoordinasi dengan PN Sukoharjo membatasi jumlah warga yang diperbolehkan masuk ke dalam ruang sidang, sesuai prosedur protokol kesehatan.


Dalam sidang gugatan class action perdata yang dipimpin seorang hakim ketua dan dua hakim anggota ini, koordinator kuasa hukum warga Ahmad Bachrudin mengatakan, agenda sidang adalah pemeriksaan legalitas kuasa hukum penggugat dan tergugat.


"Tadi juga ada pembacaan gugatan. Ini biar masyarakat paham bahwa warga Kragilan sedang mencari keadilan melalui gugatan class action yang masuk gugatan perdata," terangnya didampingi tujuh anggota kuasa hukum warga.


Kepada hariankota.com Ahmad menyampaikan, gugatan class action perdata ini berbeda dengan gugatan perdata biasa. Karena kuasa hukum bertindak atas nama warga maka dalam sidang perdana keabsahannya perlu dilakukan pemeriksaan terlebih dulu.


"Hasilnya akan ditentukan pada agenda sidang selanjutnya. Masih seminggu lagi,"ujarnya.


Sementara kuasa hukum PDAM Tirta Makmur, Zulkifli Mooduto mengatakan, pihaknya belum dapat memberi tanggapan atas gugatan warga yang diwakili kuasa hukum. Oleh karenanya, ia meminta waktu satu minggu, menunggu hasil pemeriksaan legalitas para penggugat.


"Kami sebagai tergugat satu mewakili PDAM minta waktu satu minggu untuk melakukan tanggapan. Nanti setelah ini (pemeriksaan legalitas penggugat) baru masuk materi," ucapnya.


Seperti diberitakan, warga Dukuh Kragilan menuntut ganti rugi atas pembangunan sumur dalam PDAM Tirta Makmur Sukoharjo yang telah menyebabkan sumur sumber mata air mereka di sekitar sumur dalam tersebut mengering.


Gugatan terpaksa ditempuh lantaran selama satu tahun berbagai upaya protes dan jalur mediasi tak membuahkan hasil. Mereka menggugat PDAM sebagai tergugat satu dan Bupati Sukoharjo tergugat dua dengan tuntutan ganti rugi sebesar Rp 22 miliar.



Jurnalis : Sapto
Editor : Mahardika

Share this Article :