Rekomendasi

Terlanjur Batal Mogok, FBP Sukoharjo Kecewa UU Cipta Kerja Tetap Disahkan

Selasa, 06 Oktober 2020 : 16.03
Published by Hariankota
SUKOHARJO - Forum Peduli Buruh (FPB) Sukoharjo kecewa RUU Cipta Kerja telah disahkan. Padahal mereka telah sepakat membatalkan aksi mogok dengan harapan pemerintah dan DPR RI tidak meneruskan pembahasan RUU yang dinilai sangat merugikan para pekerja tersebut.

Selain itu, batalnya aksi juga karena pandemi virus corona (Covid-19) hingga saat ini belum berakhir, ditambah kondisi pekerja masih banyak yang dirumahkan dan belum selesainya kasus ribuan pekerja lainnya yang menjadi korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

"Kami dan teman - teman tetap kecewa banget dengan sikap pemerintah dan DPR RI, yang ternyata telah mengesahkan Omnibus Law, atau UU Cipta Kerja yang selama ini kami tolak," kata Ketua FPB Sukoharjo, Sukarno kepada hariankota.com melalui sambungan telepon, Selasa (6/10/2020)

Sebelumnya, ungkapnya, Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sukoharjo telah memfasilitasi pertemuan tripartit mengundang beberapa elemen, termasuk tiga serikat pekerja diantaranya Serikat Buruh Sejahtera (SBSI) dan Konfedarsi Serikat Pekerja Indonesia (KSPN)  .

"Dalam pertemuan, Senin (5/10/2020) kemarin yang juga dihadiri dari unsur aktivis buruh, kepolisian, dan TNI itu ada beberapa kesepakatan yang langsung dikirim ke Kementerian Tenaga Kerja," paparnya.

Poin kesepakatan itu, pertama keprihatinan wabah Covid- 19 di Sukoharjo yang masih menjadi ancaman kesehatan. Dua, tidak ada pengerahan massa untuk berunjuk rasa maupun aksi sweeping ke perusahaan- perusahaan/pabrik.

"Dalam poin ketiga dari kesepakatan itu, kami tetap menolak UU Cipta Kerja klaster ketenagakerjaan. Keempat, memohon kepada pemerintah dan DPR RI agar tidak meneruskan pembahasan UU Cipta Kerja, namun ternyata malamnya disahkan," ujarnya kecewa.

Sebagai gantinya, dalam waktu dekat KSPN akan meminta hearing dengan DPRD Sukoharjo atas desakan anggota serikat pekerja. Saat ini baru dilakukan koordinasi untuk menentukan kapan waktunya.

Diketahui, sebelumnya puluhan konfederasi dan federasi serikat pekerja, sepakat mogok nasional sebagai bentuk penolakan terhadap RUU Cipta Kerja. Kesepakatan diambil setelah mendengarkan pandangan dari masing-masing serikat pekerja (SP)/serikat buruh (SB).


Jurnalis : Sapto Nugroho
Editor : Mahardika

Share this Article :