Rekomendasi

Aksi Ratusan Massa Menolak HRS Datang Ke Solo, Polisi Tegas Meminta Bubar

Sabtu, 21 November 2020 : 19.40
Published by Hariankota

 

SOLO -  Sekira 500 lebih massa yang tergabung dalam Aliansi Warga Kota Solo turun ke jalan menolak Imam besar Front Pembela Islam (FPI)Habib Rizieq datang ke kota Solo. Oleh Polisi, aksi yang digelar ditengah pandemi diminta membubarkan diri dari lokasi di Bundaran Gladag, Jalan Slamet Riyadi, Solo, Sabtu (21/11/2020) sore.


Pantauan hariankota.com dilapangan, pembubaran massa aksi dipimpin langsung Kapolresta Solo Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak. Disebutkan, aksi tersebut tak mengantongi ijin dari pihak Kepolisian dan berpotensi memicu kerumunan.


"Aksi ini tidak mengantongi ijin dari kepolisian,"tegas Kapolresta ditengah memimpin langsung anggotanya di lokasi aksi.


Untuk memberi kesempatan pada korlap aksi, Kapolresta memberi waktu satu menit untuk membacakan pernyataan sikap maksud dan tujuan aksi unjuk rasa.


"Kami berikan kesempatan satu menit untuk membubarkan diri, atau kami akan bubarkan paksa sampai dengan permintaan pertangungjawaban terhadap kegiatan yang dilaksanakan ini," ujarnya.


Korlap unjuk rasa, BRM Kusumo Putro menanggapi permintaan pembubaran aksi, mengaku siap dipanggil pihak kepolisian untuk mempertanggungjawabkan kegiatan aksi yang digelarnya.


"Acara hari ini memang kami gelar berangkat dari keprihatinan akhir- akhir ini, diberbagai kota sudah banyak gerakan penolakan Rizieq Shihab. Oleh karena itu, ini juga kami lakukan di Kota Solo," terangnya.


Diakui Kusumo, masih banyak yang ingin disampaikannya melalui orasi, namun karena saat ini situasinya masih dalam pandemi Covid-19, maka pihaknya menghargai permintaan dari kepolisian agar aksi supaya segera disudahi.


"Tapi yang terpenting bagi kami adalah, pernyataan sikap kami sudah tersampaikan. Baik ke publik masyarakat Kota Solo maupun kepada seluruh Indonesia. Kami menyerukan agar masyarakat melakukan hal yang sama seperti yang kami lakukan," ujarnya.


Ditegaskan, alasan menolak jika Rizieq Shihab berencana akan menggelar kegiatan di Kota Solo, menurut Kusumo karena selama ini sudah banyak muncul kegaduhan - kegaduhan yang meresahkan masyarakat sejak kepulangan Imam Besar FPI itu ke Indonesia.


"Oleh karena itu, saya sebagai masyarakat Kota Solo merasa juga punya hak untuk melindungi kota kami. Kami juga punya hak menolak siapapun yang datang ke kota kami, yang nantinya akan menimbulkan kegaduhan - kegaduhan di kota kami," tandas Kusumo.




Jurnalis : Sapto
Editor : Mahardika

Share this Article :