Rekomendasi

Alat Penggilingan Getah Karet Tua Masih Tersimpan, Ada Banyak Kisah Perjuangannya

Minggu, 08 November 2020 : 17.50
Published by Hariankota

Foto Humas

BALANGAN 
- Teknologi sederhan (Manual) alat penggilingan getah karet yang digunakan sekitar tahun 1980-an, menjadi sejarah bawa produksi karet di Balangan sejak puluhan tahun silam sudah berlangsung.


Salah satunya di Haur Batu Kelurahan Paringin Kota Kecamatan Paringin Kabupaten Balangan, yang masih menyimpan alat mesin penggiling getah karet manual yang digunakan petani karet dulu. Namun hingga kini alat tersebut tidak digunakan lagi bahkan alat tersebut begitu saja dibiarkan.


Karena petani karet kini sudah menggunakan pengolahan dengan pembekuan latek sendiri dikebunnya dengan berbentuk lum. Hal ini membuat alat penggilingan getah karet manual tidak lagi digunakan, dan ditinggalkan begitu saja.  


"Dulunya saat melakukan pemanenan di kebun karet, latek atau getah dibawa pulang terlebih dahulu untuk diolah didalam sebuah tuangan, kemudian baru dibawa ke alat penggilingan manual yang tersedia di Desa, untuk mengurangi kadar airnya yang terkandung," papar Jaini, seperti dikutip dari media center Balangan, Sabtu (7/11/2020)


Setelah itu, getah yang digiling menggunakan alat manual tersebut dibawa pulang kembali untuk dipanggang diatas bara api, untuk menghilangkan kadar air yang tersisa pada getah tersebut.


"Kemudian getah yang sudah dipanggang tersebut akan dikumpulkan dan dibawa ke pasar getah untuk dijual ke pengepul," ungkapnya.


Semantara itu Ramah Bahtiar mengatakan, alat penggilingan getah karet manual yang ada dikampngnya tersebut sangat bersejarah bagi para petani dahulu, karena alat tersebut sangat sering digunakan saat mengolah hasil panen karet.


"Alat ini meski tidak digunakan lagi oleh para petani, mestinya alat ini jangan sampai hilang. Karena banyak pelajaran berharga dari alat sederhana ini, yang belum tentu para genarasi masa kini tahu kisah dan perjuangan petani karet dulu dalam mengolah hasil panen karet," pungkasnya.




Jurnalis : Made
Editor : Mahardika

Share this Article :