Rekomendasi

Diduga Bakal Gelar Sabung Ayam, Sebuah Bangunan Bambu Diprotes Warga

Minggu, 01 November 2020 : 20.22
Published by Hariankota

 



SUKOHARJO - Warga Desa Blimbing, Kecamatan Gatak, Kabupaten Sukoharjo resah dengan keberadaan sebuah bangunan bambu yang sedang dalam tahap pengerjaan. Mereka menduga bangunan tersebut akan dijadikan arena judi sabung ayam.


Hal itu disampaikan tokoh Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS), Endro Sudarsono kepada hariankota.com usai pertemuan koordinasi bersama Polsek Gatak, Polres Sukoharjo menindaklanjuti informasi terkait sebuah bangunan bambu yang diduga bakal digunakan sebagai arena judi sabung ayam


"Kami berharap aparat keamanan lebih cepat dan tegas dalam menyelesaikan kasus ini agar tidak ada tindakan main hakim sendiri apalagi menjelang pilkada di Sukoharjo," kata Endro, Minggu ( 1/11/2020).


Ia menuturkan, dalam pertemuan koordinasi bersama Kapolsek Gatak, Danramil Gatak, Kepala Desa Blimbing, Perwakilan Warga, Perwakilan Takmir Masjid, LP2H dan perwakilan Ormas Islam pada Jum'at (30/10/2020) lalu, sepakat menolak segala bentuk perjudian.


"Sepakat bahwa jangan sampai ada persoalan judi yang menjadi bagian dari penyakit masyarakat (pekat) meresahkan warga. Terlebih pembangunan arena sabung ayam tersebut dekat dengan masjid," sebutnya.


Untuk menuntaskan persoalan yang telah meresahkan itu, Endro menyampaikan, pihaknya bersama masyarakat mempercayakan sepenuhnya kepada pihak aparat keamanan, baik TNI, Polri dan Pemdes Blimbing.


Sementara, pemilik bangunan bambu  Sri Bintang Wahyu Kencono (35), warga Desa Bolali, Kecamatan Wonosari, Klaten menegaskan, bahwa tudingan bangunan akan digunakan sebagai arena judi sabung ayam adalah isu yang tidak benar.


"Tidak benar, tentang pembangunan yang mau saya buat sebagai (tempat) kontes ayam diisukan sebagai tempat judi. Dan dengan (surat) ini saya berbicara, mudah - mudahan isu itu lekas hilang dan (masyarakat) bisa kondusif seperti kemarin," katanya melalui sebuah surat pernyataan.


Dalam surat yang disampaikan kepada forum pertemuan itu, ia juga menyatakan membatalkan kegiatan kontes ayam lantaran telah diisukan sebagai judi sabung ayam. Bangunan akan dialihfungsikan sebagai ternak ayam.


Dihubungi terpisah, Kapolsek Gatak, Polres Sukoharjo AKP Aris Joko Narimo membenarkan bahwa rencana kontes ayam telah dibatalkan oleh pemilik bangunan.


"Gak jadi mas. Giat (kontes ayam) Insya Allah nihil (batal-Red)," jawab singkat Kapolsek melalui pesan Whatsapp





Jurnalis : Sapto
Editor : Mahardika

Share this Article :