Rekomendasi

Event MSEAP 2021 Digelar di Bali, Bisa Kembalikan Kepercayaan Internasional pada Pariwisata Bali

Selasa, 17 November 2020 : 23.50
Published by Hariankota


DENPASAR
- Event Meeting of the Speakers of Eurasian Countries’ Parliaments (MSEAP) 2021 oleh Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI yang bakal digelar di Bali pada tahun depan direncanakan akan dihadiri oleh 100 negara. 


Pastinya dengan adanya event internasional yang digelar di Bali dapat mengembalikan kepercayaan masyarakat internasional terhadap pariwisata Bali hingga mempercepat pemulihan ekonomi Bali usai dihantam pandemi Covid-19.


Gubernur Bali Wayan Koster menyebut, selain Event Meeting of the Speakers of Eurasian Countries’ Parliaments (MSEAP) 2021, ditahun 2022 juga akan digelar konferensi internasional.


"Sehingga rencananya akan ada dua acara besar yang akan dihelat di Pulau Dewata yang diharapkan mempercepat pemulihan ekonomi Bali," papar Gubernur Coster usai menerima kunjungan advance Badan Kerjasama Antar Parlemen DPR RI terkait rencana tersebut ke Bali, Selasa (17/11/2020).


Rombongan dipimpin langsung Ketua BKSAP DPR RI Fadli Zon  diterima oleh Gubernur Bali di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Denpasar.  


Sementara itu Ketua BKSAP DPR RI Fadli Zon mengatakan Bali masih menjadi daya tarik yang sangat besar untuk menjadi tuan rumah konferensi internasional.


"Indonesia terpilih sebagai tuan rumah Meeting of the Speakers of Eurasian Countries’ Parliaments (MSEAP) pada perhelatan MSEAP ke-4 tahun 2019 di Kazakhstan," jelas Fadli Zon


Dirinya berharap agar pandemi Covid-19 segera berlalu sehingga konferensi bisa digelar lebih cepat. Rencananya panitia akan mengundang 100 negara untuk hadir dalam konferensi internasional MSEAP yang akan diselenggarakan sekitar bulan September sampai November.


“Lebih cepat lebih baik, tergantung situasi dan keadaan,” ujar politisi partai Gerindra.


Ia menambahkan konferensi internasional menjadi salah satu momentum memberikan kabar kepada masyarakat di negara masing-masing bahwa pariwisata di Bali sudah terbuka.


"Pariwisata Bali terjamin, aman dan protokol kesehatannya sudah berstandar internasional," pngkasnya.  




Jurnalis : Made
Editor : Mahardika

Share this Article :