Rekomendasi

Heboh Soal HRS, Abdullah Puteh : Semua Pihak Ada Benar dan Salahnya

Minggu, 22 November 2020 : 17.24
Published by Hariankota

 


SOLO - Abdullah Puteh, mantan gubernur Aceh yang kini menjadi anggota DPD RI dengan jabatan Wakil Ketua Komite II, mengungkap keprihatinannya terhadap dinamika  kondisi bangsa akhir - akhir ini yang cenderung memanas pasca kepulangan Habib Rizieq Shihab (HRS) ke Indonesia.


"Kita harus sama - sama menyadari, bahwa kondisi yang ada ini kalau tidak dilakukan suatu keikhlasan untuk bersatu, untuk solid, maka kita secara tidak langsung sudah mengikuti arus yang bisa menyebabkan terjerembabnya bangsa kita," kata Abdullah yang hadir di Solo atas undangan Yayasan Masyarakat Aceh, Minggu (22/11/2020).


Kepada hariankota.com, senator asal Aceh ini menyampaikan harapan dan permohonannya untuk seluruh lapisan masyarakat, supaya dapat mengendalikan diri dalam bertindak dan bertutur kata. Menghindari saling cemooh dan mencela.


"Saya bermohon kepada masyarakat, mari sekarang kita mengerem (menghentikan-Red) semua kata- kata yang keras, menghina dan membenci, siapapun dia. Ini kan sekarang masyarakat itu seperti terbelah. Terbelah ada yang di sebelah kiri dan kanan," tuturnya.


Abdullah pun mengajak kepada seluruh elemen untuk kembali bersatu membangun cita - cita bangsa dengan semangat yang telah dibangun sejak Indonesia pada Tahun 1945 silam menyatakan diri menjadi bangsa yang merdeka. Persaudaraan merupakan hal utama yang harus dikedepankan.


"Tidak ada gunanya kita keras - kerasan saling adu kekuatan, saling menonjolkan kehebatan. Nggak ada gunanya juga. Sebab kalau itu terjadi, ingat sudah banyak contohnya seperti di negara timur tengah. Suriah misalnya, sekarang banyak anak - anak di sana mengambil makanan sisa dari tempat sampah. Apa kita mau ke sana (seperti Suriah-Red)," ucapnya.


Dengan kondisi seperti saat ini, Abdullah kembali menegaskan, meminta semua pihak harus menyadari, saling merenung untuk mencari dimana letak kesalahan masing - masing supaya kemudian diperbaiki bersama.


"Dulu ketika kita (menyatakan) merdeka, semua unsur ada. Unsur agama Kristen, Islam, Hindu, dan yang lainnya. Sukunya macam - macam pun juga ada. Kok sekarang kita sudah merdeka kembali pada satu sikap yang dibentuk penjajah yang suka di adu domba. Saya ingin mengatakan, semua pihak ada benar dan salahnya," pungkasnya.




Jurnalis : Sapto
Editor : Mahardika

Share this Article :