Rekomendasi

Kasus Tahanan Tewas Dalam Sel, LBH Solo Raya Desak Polisi Usut Penyebabnya

Selasa, 03 November 2020 : 18.06
Published by Hariankota

 


SUKOHARJO - Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Solo Raya bakal mengirim surat ke Polres Klaten meminta pengusutan kematian mendadak seorang tersangka kasus tindak pidana dalam sel tahanan.


Penyebab kematian tahanan yang bernama Ali Mahbub (28) warga Joyotakan, Serengan, Solo ini, oleh pihak keluarga yang diwakili istrinya, Septiyani (28) dinilai penuh kejanggalan.


"Kami menerima laporan dari Ibu Septiyani bahwa suaminya tewas karena dianiaya," kata I Gede Sukadewa Putra dari LBH Solo Raya selaku kuasa hukum Septiyani di kantornya di Desa Pabelan, Kartasura, Sukoharjo, Selasa (3/11/2020).


Menurutnya, pihak Polres Klaten mengabarkan, Ali tewas secara mendadak di dalam sel tahanan, Selasa (27/10/2020) lalu. Ia diduga menjadi korban pengeroyokan  sesama penghuni sel tahanan.


"Menurut dari pihak berwenang, Ali dipukuli dihajar oleh 15 orang tahanan, tapi pihak keluarga curiga ada oknum polisi ikut andil di dalamnya," sebutnya kepada hariankota.com.


Oleh karenanya, pihak keluarga menuntut kepada Polres Klaten serta Kejaksaan Negeri Klaten agar membongkar atau mengusut sampai tuntas siapa para pelaku dalam kasus ini.


"Sampai saat ini hasil autopsi Ali tak kunjung keluar. Padahal seharusnya sudah keluar satu sampai dua hari sejak saat jasad korban diperiksa, namun ini dijanjikan sampai satu Minggu," ungkapnya.


Sejumlah kejanggalan terkait penyebab kematian Ali disebutkan Gede berdasarkan hasil pengamatan luar dari tubuh, yakni ada luka di leher, kepala, dada dan pantat. banyak luka memar hampir di sekujur tubuh.


Diketahui, Ali tewas meninggalkan seorang istri dan empat orang anak yang masih kecil. Ia tersangkut kasus penggelapan sepeda motor pada tahun 2019, namun baru bisa tertangkap dua bulan lalu di wilayah Polsek Wonosari, Polres Klaten.


"Dari kejadian ini, kami akan kirimkan surat ke instansi terkait agar kasus ini diusut secara tuntas," pungkas Gede.




Jurnalis : Sapto
Editor : Mahardika

Share this Article :