Rekomendasi

Munas Serikat Pekerja Pegadaian Sepakat Tolak Dicaplok BRI

Rabu, 25 November 2020 : 22.15
Published by Hariankota

SUKOHARJO- Menanggapi pemberitaan media massa, Serikat Pekerja (SP) Pegadaian Indonesia, sepakat menolak disebut akan "dicaplok" (akuisisi-Red) PT Bank Rakyat Indonesia (BRI).

Pernyataan itu disampaikan Ketut Suhardiono, Ketua Umum SP Pegadaian terpilih periode 2020-2024 bersama perwakilan pengurus DPD SP Pegadaian se-Indonesia disela Musyawarah Nasional (Munas) di Solo Baru, Grogol, Sukoharjo, Rabu (25/11/2020).

"Ini berawal dari berita salah satu media menginformasikan tentang pencaplokan Pegadaian oleh BRI. Teman- teman resah, sehingga kami selaku perwakilan seluruh karyawan diminta menyampaikan sikap menolak," kata Ketut Suhardiono.

Kepada hariankota.com ia menjelaskan, penolakan tersebut didasari atas pertimbangan eksistensi Pegadaian Persero sebagai perusahaan berpengalaman puluhan tahun tidak pernah merugi. Pegadaian banyak berkontribusi positif meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia.

"Produk yang dimiliki Pegadaian itu sangat spesifik dengan culture nasabah yang berbeda dengan perbankan.Pegadaian melayani seluruh lapisan masyarakat sampai dengan wong cilik," ujarnya.

Sebagai perusahaan sehat, Pegadaian disebutkan memberi deviden yang cukup untuk pemerintah. Jadi, sangat tidak beralasan jika perusahaan sehat kemudian akan diakuisisi.

"Memang secara resmi, kami belum mendapat sosialisasi tentang rencana pencaplokan pegadaian oleh BRI. Setelah (Munas) ini, kami akan menghadap Direksi," ujar Ketut.

Namun begitu, SP Pegadaian ditegaskan Ketut secara konsep dapat memahami dan mendukung upaya sinergi ultra mikro di Indonesia dengan BRI, atau pihak manapun.

"Apakah nanti akan menjadi holding atau yang lain, itu akan kami sikapi nanti. Untuk saat ini kami baru bersikap mengenai pemberitaan pencaplokan Pegadaian oleh BRI," pungkasnya.



Jurnalis : Sapto
Editor : Mahardika

Share this Article :