Rekomendasi

Pemprov Apresiasi Market Sounding Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL)

Jumat, 20 November 2020 : 23.11
Published by Hariankota


DENPASAR
- Pemerintah propinsi Bali  Jumat (20/11/20) secara daring berkesempatan untuk membuka acara penjajakan minat pasar (market sounding) terkait pengolah sampah menjadi energy listrik (PSEL). 


Dalam webinar yang dilakukan secara daring tersebut dihadiri oleh Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Deputi Bidang Koordinasi Percepatan Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, dan beberapa pejabat  Kementerian juga puluhan Investor PSEL. 


Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra dalam sambutan yang dibacakan oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Bali Made Wiratmi, memberikan apresiasi atas terlaksananya acara tersebut. 


Pengelolaan sampah di Pulau Bali merupakan momen strategis berkumpulnya seluruh penggiat peduli lingkungan dalam hal ini sampah di Indonesia


"Gerakan Indonesia Bebas Sampah yang merupakan wadah untuk memfasilitasi para stakeholder dalam menjawab tantangan persoalan sampah di Indonesia, untuk membangun ekosistem Indonesia bersih dan bebas sampah," papar Dewa Indra dalam sambutan yang dibacakan Made Wiratmi. 


Dewa Indra sebut sampai saat ini pengelolaan sampah masih menjadi persoalan yang belum bisa ditangani secara tuntas. 


Produksi sampah yang terus menerus meningkat seiring dengan pertambahan jumlah penduduk, perubahan pola konsumsi, dan gaya hidup masyarakat serta kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pengolahan sampah.


Setiap hari volume sampah semakin meningkat, penanganan sampah tidak akan selesai jika hanya diserahkan kepada pemerintah, perlu langkah bersama dengan melibatkan seluruh komponen masyarakat, karena masyarakat memegang peranan yang sangat penting dan bertanggung jawab pada rantai pertama persoalan.


"Perlunya bangun kesadaran masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap masalah sampah. Dimulai dari  tidak membuang sampah sembarangan, melakukan pemilahan dan melakukan pengolahan sampah mulai dari sumber," paparnya.  


Pemerintah Provinsi Bali akan merencanakan pembangunan Pengolah Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) yang merupakan program percepatan revitalisasi TPA Sarbagita dan sekaligus mencarikan solusi volume sampah yang masuk ke TPA Regional Sarbagita sebesar ± 1150 ton/hari. 


Sampah tersebut berasal dari 4 (empat) Kabupaten yaitu Kota Denpasar, Kabupaten Badung, Kabupaten Tabanan dan Kabupaten Gianyar. 


Rencana pembangunan Pengolah Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) TPA Regional Sarbagita diharapkan mampu memusnahkan sampah yang kondisi saat ini sudah overload. 




Jurnalis : Wayan
Editor : Mahardika

Share this Article :