Rekomendasi

Peringatan ke-74 Hari Puputan Margarana, Ini Kisah Heroiknya

Jumat, 20 November 2020 : 23.13
Published by Hariankota

Foto Humas

DENPASAR
- Puputan Margarana adalah peristiwa pertempuran habis-habisan pasukan Ciung Wanara yang dipimpin I Gusti Ngurah Rai melawan Belanda. Terjadi pada 20 November 1946. 

Pertempuran itu berpusat di Desa Marga Dauh Puri, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan. 


Sementara latar belakang munculnya Puputan Margarana sendiri bermula dari Perundingan Linggarjati. Pada tanggal 10 November 1946, Belanda melakukan perundingan Linggarjati dengan pemerintah Indonesia. Tujuan dari pendaratan tentara Belanda ke Bali sendiri adalah untuk menegakkan berdirinya Negara Indonesia Timur.  


Tidak ingin tanah airnya kembali di jajah Belanda, pasukan Ciung Wanara yang dipimpin I Gusti Ngurah Rai berjuang sampai titik darah penghabisan. Meski  digempur habis-habisan oleh pasukan Belanda dengan kekuatan penuh dan persenjataan modern, sosok pahlawan I Gusti Ngurah Rai tak menunjukkan rasa gentar dan terus membakar semangat pasukannya. 


Karena jumlah pasukan dan persenjataan Belanda yang jauh di atas angin, Pasukan Ciung Wanara terdesak ke wilayah terbuka di area persawahan dan ladang jagung di kawasan Kelaci, Desa Marga. 


Dalam kondisi terdesak, semangat I Gusti Ngurah Rai tak jua padam. Ia memekikkan kata ‘puputan’ (bertempur habis-habisan) yang membuat pasukannya makin bersemangat. 


Dalam pertempuran habis-habisan itulah I Gusti Ngurah Rai dan seluruh pasukannya gugur. Ngurah Rai gugur sebagai ksatria di usia 29 tahun dan dimakamkan di Taman Pujaan Bangsa Margarana. 


Untuk mengenang peristiwa heroik itu, setiap 20 November diperingati sebagai Hari Puputan Margarana.

 

Untuk memperingati peristiwa heroik tersebut dilaksanakan acara tabur bunga warnai peringatan Hari Puputan Margarana ke-74 Tahun 2020.


Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) memimpin ziarah rombongan dan tabur bunga di Taman Pujaan Bangsa Margarana, Kabupaten Tabanan, Jumat (20/11/2020). 


Wagub Cok Ace meletakkan karangan bunga sebagai simbul penghormatan di depan candi utama atau yang juga disebut dengan Canti Pahlawan Margarana. 


Prosesi dilanjutkan dengan tabur bunga mengelilingi candi utama dilanjutkan dengan tugu pahlawan lainnya. Total candi pahlawan yang ada di kawasan ini sebanyak 1.372, menggambarkan jumlah pejuang yang gugur di medan perang saat peristiwa Puputan Margarana.

 

"Kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap tahun sebagai bentuk penghormatan atas jasa-jasa para pahlawan yang telah berjuang bertaruh nyawa untuk merebut kemerdekaan yang sekarang kita nikmati," paparnya.  


Selain itu juga untuk mengenang dan memberi penghormatan serta mengajak masyarakat untuk meneladani semangat para pejuang yaitu pantang menyerah untuk membela kedaulatan tanah air. 



Jurnalis : Made
Editor : Mahardika

Share this Article :