Rekomendasi

Pro Kontra RUU Larangan Mihol, Industri Alkohol Bekonang Tak Terpengaruh

Senin, 16 November 2020 : 14.21
Published by Hariankota


 SUKOHARJO -  Rencana pemerintah membuat aturan yang kini tengah dibahas DPR RI tentang larangan minuman beralkohol (mihol), rupanya tak berpengaruh terhadap aktivitas proses produksi alkohol (Etanol) tradisional atau dikenal dengan nama Ciu sebagai minuman di Bekonang, Mojolaban, Sukoharjo.


Ketua Paguyuban Industri Etanol Bekonang, Sabariyono (77), mengatakan RUU larangan mihol yang kini sedang jadi pro kontra tersebut sebenarnya tidak berpengaruh secara signifikan bagi usahanya.


"Mungkin (setelah RUU menjadi UU) itu baru berdampak bagi oknum pengusaha yang memilih menjual Ciu sebagai minuman daripada memprosesnya menjadi Etanol," katanya saat ditemui hariankota.com di pabriknya di Dukuh Sentul, Bekonang, Senin (16/11/2020).


Sabar mengaku tidak akan terpengaruh lantaran selama ini di tempat usahanya tidak memproduksi dan menjual Ciu atau mihol, tapi memproduksi alkohol untuk kepentingan medis.


"Jadi harus dibedakan antara minuman beralkohol dan alkohol itu sendiri. Kalau untuk minuman, kelasnya beda - beda. Ada mihol kelas A,B, dan C, tapi kami tidak menjual itu," ungkapnya.  


Ia tak memungkiri ada oknum perajin yang menjual etanol yang masih berbentuk ciu, karena bikinnya lebih cepat dan ada pembelinya. Kalau etanol jelas peruntukannya hanya untuk kepentingan medis, dan butuh waktu produksinya lebih lama.


"Soal RUU tentang larangan mihol itu sendiri, saya belum pernah mendapat sosialisasi. Tapi selama ini kami sudah diatur dengan Perda Kabupaten Sukoharjo. Jika ada anggota paguyuban yang menjual Ciu, maka resikonya menjadi tanggung jawab mereka sendiri," tegasnya.


Disisi lain, Sabar juga meminta kepada pemerintah untuk tidak membeda-bedakan legalitas penjualan mihol di pasaran. Jika mihol impor mendapat ijin dijual, tapi kenapa mihol tradisional justru dilarang.


Seperti diketahui, Ciu yang kerap dijual sebagai minuman sebenarnya adalah cairan dengan kadar alkohol 25%-30% sebelum di proses menjadi Etanol untuk bahan medis dengan kadar alkohol 70%-90%.




Jurnalis : Sapto
Editor : Mahardika

Share this Article :