Rekomendasi

Protokol Kesehatan di Sektor Pariwisata Saat Pandemi Jadi Prioritas

Kamis, 26 November 2020 : 22.31
Published by Hariankota

Foto : istimewa

DENPASAR
- Saat menjadi narasumber pada Rakornas Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Bali Kamis (26/11/2020), Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengatakan untuk pihak di sektor pariwisata agar tetap mengedepankan protokol kesehatan. Kegiatan ekonomi perlu dijalankan mengingat masyarakat perlu mendapat kesempatan untuk berusaha.


Hal itu mengacu pada Keputusan Menteri Kesehatan nomor HK.01.07/MENKES/382/2020 tentang Protokol Kesehatan Bagi Masyarakat di Tempat Fasilitas Umum Dalam Rangka Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disease (Covid-19).


"Dalam pengembangan wisata yang aman dan sehat maka perlu mendapat perhatian dan perlu diberdayakan dalam penerapan protokol kesehatan," paparnya. 


Protokol kesehatan lanjut dilakukan disemua lokasi wisata baik wisata alam, wisata non alam, wisata kuliner, atau wisata budaya, atau kombinasi dari beberapa wisata. 


Menteri Terawan menyebut potensi rawan di tempat wisata yang harus diperhatikan mulai dari area parkir, loket tiket, pintu masuk objek yang diminati, tempat ibadah, kamar mandi atau toilet, kantin atau rumah makan, dan pintu keluar.


Selain itu juga harus diperhatikan mengenai luas tempat kegiatan, jumlah tamu, kelompok rentan, lama kegiatan, lokasi kegiatan apakah indoor atau outdoor, karakteristik kegiatan seperti berupa hiburan, menyanyi, khotbah, ceramah, dan aktivitas fisik lainnya harus di dipilah-pilah.


Perlu diperhatikan juga terkait aspek akomodasi hotel, transportasi restoran, tempat belanja, oleh-oleh dan di lokasi destinasi wisata itu sendiri yang tentunya berkaitan erat dengan tempat wisata.


Protokol kesehatan yang harus diterapkan oleh pengelola lokasi wisata adalah melakukan pembersihan dengan desinfeksi secara berkala, terutama pada area sarana dan peralatan yang digunakan secara bersama-sama, dan juga fasilitas umum lainnya.


"Salah satu contoh protokol kesehatan bagi pekerja di lokasi wisata yaitu memastikan diri dalam kondisi sehat sebelum berangkat bekerja, dan protokol kesehatan yang harus diterapkan pengunjung adalah memastikan diri dalam keadaan sehat sebelum ke lokasi wisata," paparnya.  


Era pandemi Covid-19 sektor pariwisata harus beradaptasi dengan kebiasaan baru atau new normal, seperti modifikasi cara kerja, implementasi yang minim sentuhan atau touchless, perbaikan sanitasi sesuai protokol kesehatan, pemeriksaan dan sertifikasi kesehatan bagi pekerja sektor pariwisata.


“Kemudian akomodasi makanan minuman bagi keamanan dan kesehatan pengunjung, dan yang penting adalah share responsibility di antara pelaku bisnis dan pemerintah, dalam hal ini baik pemerintah daerah maupun pemerintah pusat,” pungkasnya. 




Jurnalis : Made
Editor : Mahardika

Share this Article :