Rekomendasi

Satgas Penanganan Covid-19 Surakarta Ingatkan Prokes Saat Pelaksanaan Hajatan

Selasa, 17 November 2020 : 07.56
Published by Hariankota


SOLO
- Antisipasi penyebaran Covid-19, Pemerintah kota Solo melalui Satgas Penanganan Covid-19 Surakarta, hidangan pesta pernikahan yang digelar di Kota Solo tidak boleh dimakan di tempat.


Hidangan tersebut dipacking dan harus dibawa pulang. Aturan ini merujuk Surat Edaran (SE) Wali Kota Surakarta Nomor 067/2739.1, tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) di Kota Bengawan.

"Ini sebagai bentuk pengetatan kegiatan warga, menyusul jumlah kasus yang terus meningkat," papar Ketua Pelaksana Satgas Penanganan Covid-19 Surakarta, Ahyani.  

Dalam aturan tersebut, pemilik hajatan tidak diijinkan menyediakan meja dan kursi untuk tamu. Semua hidangan bagi tamu harus dikemas dan dibawa pulang.

"Sementara tidak boleh ada prasmanan maupun penyajian model piring terbang maupun prasmanan. Hidangannya ya diganti parselan saja,simpel dan bisa dibawa pulang agar lebih simpel," jelas Ahyani, Senin (16/11/2020).

Pengetatan pelaksanaan hajatan itu dimaksudkan agar penyebaran virus korona dapat dikendalikan. Mengingat belakangan ini kasusnya naik pesat, sehingga perlu menjadi perhatian seluruh masyarakat. 

Sementara itu terkait aturan penyelenggaraan hajatan dalam aturan baru ini, masih yakni jumlah tamu dibatasi 50 persen dari kapasitas tempat acara. Durasi kegiatan maksimal dua jam serta hiburan harus mempertimbangkan pembatasan interaksi fisik. 

Walikota Surakarta FX Hadi Rudyatmo menbahkan, peningkatan kasus Covid-19, hingga 106 orang dalam sehari menjadi perhatian bersama

"Semua harus kembali menerapkan protokol kesehatan dengan melakukan 3 M, kami sangat berharap warga mulai sadar. Covid-19 tidak main-main tunggu vaksin, setelah semua divaksin semoga terbebas virus Corona," tegas Rudi.  (MG 01)


Share this Article :