Rekomendasi

Satu Orang Meninggal Dunia Tertimbun Tanah Longsor di Tasikmalaya

Jumat, 06 November 2020 : 21.44
Published by Hariankota

Foto: dok. BNPB

JAKARTA
- Akibat longsoran yang dipicu oleh hujan intensitas tinggi, Kamis (5/11/2020), sekitar pukul 00.30 WIB, satu warga Desa Parung, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat meninggal dunia akibat tertimbun material longsor. 



Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati menyatakan, pada kejadian tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya menginformasikan empat warga tertimbun longsor.


"Dari keempat korban tersebut, satu warga meninggal atas nama Bubun berusia 45 tahun, sedangkan satu orang mengalami luka-luka dan dua lainnya berhasil selamat," ujar dia dalam keterangan tertulisnya, Jumat (6/11/2020).


BPBD setempat juga melaporkan jalan penghubung antara Tasikmalaya dan Karangnunggul tertimbun material longsor. Kondisi ini mengganggu arus lalu lintas. Secara umum situasi pascalongsor sudah kondusif. 


Radityta menyebut bahwa wilayah Kabupaten Tasikmalaya termasuk wilayah dengan kategori sedang hingga tinggi untuk bahaya tanah longsor. Sebanyak 35 kecamatan berada pada kategori tersebut dengan luas bahaya mencapai 103.840 hektar, sedangkan jumlah populasi pada kecamatan tersebut sebanyak 269.488 jiwa. 


Berdasarkan prakiraan cuaca Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), diidentifikasi pada hari Jumat (6/11/2020) kawasan Jawa Barat berpotensi hujan lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang. Pada hari ini, prakiraan cuaca kecamatan Cibalong berpotensi hujan ringan hingga hujan petir.


BNPB mengimbau masyarakat terhadap potensi bahaya hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor dan angin kencang.


Wilayah Indonesia telah memasuki musim penghujan yang dipengaruhi fenomena La Nina. Dampaknya dapat memicu curah hujan lebih tinggi. Kesiapsiagaan dan kewaspadaan dibutuhkan setiap keluarga untuk mengantisipasi dan menghindar dari potensi bahaya. 



Jurnalis : Made
Editor : Mahardika

Share this Article :