Rekomendasi

Uji Coba KRL Klaten- Jogya Berlanjut Sampai Stasiun Lempuyangan

Jumat, 20 November 2020 : 20.18
Published by Hariankota


KLATEN
-  Balai Tehnik Perkeretaapian Kelas I Wilayah Jawa Bagian Tengah selaku penanggung jawab proyek Kereta Rel Listrik (KRL) kembali melakukan uji coba trek dan jaringan untuk relasi Klaten - Yogyakarta (Stasiun Lempuyangan), Jum'at (20/11/2020)


Informasi yang didapat hariankota.com, seperti pada uji coba tahap awal relasi Klaten-Brambanan yang berlangsung pada 3-10 November 2020 lalu sejauh 10 km, uji coba kali ini juga dimaksudkan untuk mengetahui kecepatan maupun jarak tempuh Klaten- Yogyakarta, termasuk sarana dan prasarananya.


"Uji coba berlangsung secara bertahap," terang Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Wilayah Jawa Bagian Tengah, Nur Setyawan kepada awak media.


Diakui, memang masih perlu setting sarana dan prasarananya, seperti peralatan gardu listrik, jaringan LAA (listrik aliran atas) maupun sambungannya, mengingat semua masih baru. Karenanya harus tes berkali-kali dan dievaluasi untuk mencari yang belum sinkron.


"Selain mengecek aliran listrik, pada uji coba ini sekaligus juga mengetes fasilitas interior kereta seperti kipas angin maupun air conditioner (AC). Dalam uji coba, kecepatan KRL juga dijalankan bertahap, dari 20 km/jam, 40 km/jam, 50 km/jam, 60 km/jam, dan 80 km/jam," jelasnya.


Disebutkan, KRL bisa beroperasi lebih cepat dari KA Prameks (Solo-Jogja) yang jalan antara 70 km/jam hingga 80 km/jam. Namun, nantinya kecepatan KRL akan disesuaikan dengan kebutuhan operasional. Butuh upgrade software pada KRL agar kecepatan bisa maksimal.


"Uji coba KRL Klaten-Jogja pada dua petak sejauh 20 km memiliki waktu tempuh selama 30 menit dengan kecepatan sekira 40 km/jam. Dengan begitu, jika KRL jalan dengan kecepatan 80 km/jam, jarak tempuhnya bisa 15 menit," ucapnya.


Menurutnya, uji coba belum masuk ke endurance. Kalau Klaten-Jogya sudah lancar, maka tahap berikut kecepatannya juga akan dicoba apakah stabil atau tidak. Selain itu juga menguji remnya apakah berfungsi dengan baik.


"Sekarang ini belum maksimal uji cobanya, baru indikator peralatannya, gardu, dan overhead catenary system (OCS) atau listrik aliran atas,” imbuhnya.


Setelah tahap uji coba sarana dan prasarana secara keseluruhan selesai dan dinyatakan aman, maka akan berlanjut pada tahap uji coba dengan penumpang. Namun perkiraannya baru bisa terlaksana pada Desember mendatang.


Dengan dioperasikannya KRL, Manajer Humas PT KAI Daops VI Yogyakarta, Eko Budiyanto, mengingatkan masyarakat harus lebih berhati-hati saat melintas pada perlintasan rel kereta api tanpa palang pintu, khususnya saat ini di jalur KRL selama masa uji coba Klaten-Jogja.


“Operasional KRL ini berbeda dengan kereta diesel. Jalannya lebih cepat, tapi suaranya lebih halus. Jadi kami harap masyarakat jangan bermain-main di lintasan kereta api dan perlintasan sebidang tanpa palang pintu,” pungkasnya.




Jurnalis : Sapto
Editor : Mahardika

Share this Article :