Rekomendasi

Ungkap Kasus Peredaran Upal, Polres Boyolai Keler Empat Tersangka

Senin, 02 November 2020 : 21.42
Published by Hariankota


BOYOLALI
- Sedikitnya empat tersangka kasus pembuatan dan pengedaran uang palsu (upal) berhasil ditangkap Satreskrim Polres Boyolali berdasarkan laporan masyarakat yang resah dengan adanya peredaran upal.


Wakapolres Boyolali, Kompol Ferdy Kastalani mewakili Kapolres Boyolali AKBP Rachmad Nur Hidayat mengatakan, dari kasus ini pihaknya mengamankan barang bukti berupa 98 lembar upal pecahan Rp 100.000 dengan nomor seri yang sama.


"Pembuatan upal dilakukan dengan cara dicetak dengan printer. Sedangkan nomor seri uang, semuanya sama. Berdasarkan keterangan tersangka, pembuatan upal dilakukan karena faktor ekonomi," kata Wakapolres saat rilis kasus, Senin (2/11/2020).


Empat tersangka masing - masing, Muhammad Amin alias Ateng (29), warga Kragilan, Mojosongo, Boyolali. Suparno alias Capung (39), warga Wangen, Polanharjo,Klaten. Naim Baskoro (43), warga Turus,Polanharjo, Klaten. Dan Endar Wati (41), warga Turus, Polanharjo, Klaten.


"Naim dan Endar merupakan pasangan suami istri yang berperan membuat upal. Kemudian Capung berperan memberikan upal kepada Ateng untuk selanjutnya dipecah menjadi uang asli dengan cara dibelanjakan membeli rokok," terang Ferdy.


Para tersangka bersepakat, setiap 50 lembar upal yang diedarkan oleh Capung melalui Ateng nantinya ditukar dengan uang asli sebesar Rp 1.250.000 disetor ke Naim dan Endar.


"Oleh Capung, upal itu telah digunakan untuk membeli rokok dan sebagian diserahkan kepada Ateng dengan kesepakatan setiap lima lembar upal ditukar dengan uang asli Rp 250.000," beber Wakapolres.


Informasi yang didapat hariankota.com, kasus upal ini terbongkar setelah ada warga pada 21 Oktober 2020 lalu melaporkan penangkapan seseorang, yakni tersangka Ateng, karena telah membeli rokok menggunakan upal pecahan Rp 100.000.


"Peristiwa (penangkapan Ateng) itu di Rejosari, Mojosongo, Boyolali. Setelah dilakukan pengembangan, kemudian menyusul ditangkap tersangka lainnya, yakni Capung," sebut Wakapolres.


Berbekal keterangan dua tersangka yang telah ditangkap ini, akhirnya identitas tersangka pembuat uang palsu berhasil didapatkan, yakni sepasang suami istri, Naim dan Endar.


"Saat ini selain mengamankan tersangka dan barang bukti 98 lembar upal pecahan Rp100.000, kami juga mengamankan printer dan kertas bahan membuat upal dan beberapa barang bukti lainnya," sebutnya.


Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan pasal 244 KUHP tentang membuat dan mengedarkan upal. Mereka terancam pidana 15 tahun penjara.




Jurnalis : Sapto
Editor : Mahardika

Share this Article :