Rekomendasi

100 Juta Dosis Vaksin Novavax dan AstraZeneca Disiapkan Pemerintah

Rabu, 30 Desember 2020 : 17.25
Published by Hariankota

Foto Istimewa 

JAKARTA  - Pemerintah terus melakukan berbagai persiapan dalam memastikan vaksin COVID-19 yang aman, bermutu dan berkhasiat. Termasuk dalam mengamankan ketersediaan (suplai) vaksin bagi masyarakat.


Diektur PT Biofarma, Honesti Basyir menjelaskan bahwa, hari ini Rabu (30/12/2020), pihaknya menandatangani komitmen untuk pengamanan suplai vaksin COVID-19 bagi rakyat Indonesia.


"Hari ini ditandatangani komitmen dengan Novavax untuk 50 juta dosis vaksin juga dengan AstraZeneca sebanyak 50 juta dosis, nantinya juga akan ditambah rencana yang akan diproduksi oleh Bio Farma," kata Direktur Utama PT Bio Farma Honesti Basyir, dalam konferensi persnya.


PT Bio Farma juga telah mendapatkan sertifikat Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) yang merupakan Good Manufacturing Practice (GMP) atau kelayakan sarana/fasilitas produksi vaksin COVID-19 di PT Bio Farma. Sertifikat tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Badan POM Penny K. Lukito.


"Bio Farma hari ini mendapatkan sertifikasi CPOB dari Badan POM, dengan demikian sudah sangat layak untuk memproduksi vaksin COVID-19 yang selama ini sudah ditunggu kehadirannya oleh masyarakat Indonesia," ungkap Honesti Basyir.


Untuk sistem distribusi, Bio Farma kata dia, juga telah menyiapkan sistem terintegrasi secara digital, guna memastikan vaksin yang akan diberikan kepada masyarakat Indonesia sudah memenuhi syarat. Sementara terkait uji klinis vaksin, dia menjelaskan bahwa sejauh ini, dari hasil uji klinis tidak ada kejadian serius.


 "Hasil akhirnya diharapkan bisa segera didapat, sehingga bisa dilaporkan kepada Badan POM untuk mendapatkan Emergency Use Authorization (EUA)," ujar dia.


Disampaikan bahwa Badan POM bersama Bio Farma berkomitmen memastikan vaksin yang digunakan dalam program vaksinasi COVID-19 aman, bermutu dan berkhasiat.


Bersama dengan pemerintah dan komite profesional yang mandiri dan independen, Badan POM akan mengevaluasi dengan seksama secara ilmiah data hasil uji klinik untuk menerbitkan EUA vaksin COVID-19. 


Persetujuan penggunaan  dalam masa darurat pandemi COVID-19 tidak akan diberikan oleh Badan POM ketika data yang dihasilkan tidak memenuhi persyaratan.


 "Vaksinasi hanya akan dilakukan dengan vaksin yang sudah dipastikan keamanan dan efektivitasnya oleh Badan POM," pungkasnya.




Jurnalis : Made
Editor : Mahardika

Share this Article :