Rekomendasi

AirNav Indonesia Layani Angkutan Nataru 2020-2021

Kamis, 10 Desember 2020 : 22.11
Published by Hariankota

Foto Istimewa 

JAKARTA
– Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) segera tiba. AirNav Indonesia siap melayani pergerakan pesawat udara pada angkutan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 (NATARU) mendatang yang terus mengalami tren peningkatan sejak Mei 2020 lalu.


Direktur Utama AirNav Indonesia, M. Pramintohadi Sukarno menyatakan bahwa pihaknya akan terus memberikan layanan navigasi penerbangan terbaik dengan tetap mengacu pada protokol kesehatan yang ketat.


"Tantangan yang dihadapi tahun ini jauh lebih berat dengan adanya pandemi Covid-19 yang memberikan dampak luar biasa terhadap semua sektor," paparnya dalam keterangan tertulis, Kamis (10/12/2020).


Pada periode angkutan Nataru tahun ini, AirNav Indonesia menurut Pramintohadi, telah menyiapkan 52 posko monitoring yang tersebar di cabang AirNav Indonesia di seluruh Indonesia.


"Posko monitoring ini berfungsi sebagai pusat koordinasi arus data dan informasi operasional layanan navigasi penerbangan selama periode Nataru," lanjutnya.  


Waktu pelaksanaan posko adalah 18 hari kalender yaitu mulai 18 Desember 2020 sampai dengan 4 Januari 2021. Adapun untuk prediksi puncak arus mudik dan arus balik Nataru 2020/2021 menggunakan angkutan udara pada tahun ini akan terjadi sebanyak dua kali. 


Puncak arus mudik pertama adalah pada 23 Desember 2020 dan arus balik pertama pada 27 Desember 2020. Puncak arus mudik kedua adalah pada 30 Desember 2020 dan arus balik kedua pada 3 Januari 2021," imbuhnya.  


Pihak AirNav Indonesia telah menyiapkan langkah-langkah strategis agar layanan navigasi penerbangan tetap berjalan prima dan para petugas navigasi penerbangan di lapangan tetap sehat serta terhindar dari virus ini.  


Dijelaskannya, AirNav Indonesia terus melakukan pemantauan secara berkala terhadap perkembangan pergerakan pesawat udara di ruang udara Indonesia. 


Operasional layanan navigasi penerbangan di seluruh cabang AirNav Indonesia selama periode Nataru akan mengikuti operasional bandar udara.


"Kami terbuka untuk kemungkinan perpanjangan maupun penambahan operasional layanan navigasi penerbangan selama periode Nataru ini," ungkapnya.  


Pengecekan terhadap fasilitas dan peralatan navigasi penerbangan dilakukan secara berkala melalui aplikasi berbasis daring. Pengawasan flight plan dan fleksibilitas slot penerbangan dapat diakses melalui aplikasi berbasis daring yaitu web flight plan dan CHRONOS.


Publikasi informasi aeronautika berupa notice to airmen (NOTAM) juga telah kami siagakan. Kami telah siap 24 jam penuh berkoordinasi dan berkolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan industri penerbangan untuk menyukseskan angkutan Nataru ini," jelasnya.


AirNav Indonesia telah menyiapkan Langkah antisipasi terhadap potensi gangguan keselamatan penerbangan yang mungkin muncul selama angkutan NATARU.


"Kami telah membuat contingency plan untuk seluruh potensi gangguan keselamatan yang mungkin muncul mulai dari keadaan cuaca buruk, erupsi gunung berapi yang menyebabkan volcanic ash maupun gangguan keselamatan lainnya. AirNav Indonesia akan berupaya semaksimal miungkin agar angkutan NATARU di tengah pandemi ini dapat berjalan dengan selamat, aman dan efisien," pungkasnya.




Jurnalis :Made
Editor : Mahardika

Share this Article :