Rekomendasi

Bali Siapkan Protokol Kesehatan Berbasis Cleanliness, Healthy, Safety and Environment (CHSE).

Senin, 07 Desember 2020 : 16.52
Published by Hariankota


DENPASAR
- Pandemi Covid-19 membuat perekonomian Bali yang tergantung dari sektor pariwisata turun drastis. Hal ini terlihat dengan adanya kontraksi ekonomi yang turun sebesar 12,28 %, angka perbandingan pada triwulan III yang sama saat ini dengan tahun sebelumnya. 


Saat ini, pariwisata Bali berupaya bangkit  harus bisa bangkit seiring dibukanya kegiatan pariwisata untuk wisatawan domestik (dimulai pada 31 Juli 2020 lalu), dan pariwisata untuk masyarakat lokal (yang berdomisili di Bali sudah dimulai pada 9 Juli 2020 lalu).


"Namun harus diingat  salah satu syarat dibukanya pariwisata adalah penerapan protokol kesehatan di setiap destinasi wisata," papar Wagub Bali Cok Ace, Senin (7/12/2020). 


Pemprov Bali mengambil beberapa   langkah strategis dalam protokol kesehatan berbasis Cleanliness, Healthy, Safety and Environment (CHSE). Seperti penerapan health protocols (CHSE) pada 14 sektor kegiatan masyarakat. 


Terselenggaranya Health Program (CHSE) pada bisnis pariwisata (hotel, restoran, objek wisata, jasa Travel Agent, wisata air dan bisnis MICE). Disiplin untuk penerapan. 


"Disamping itu juga  strategi penaggulangan covid – 19 berdasarkan kearifan lokal yang melibatkan desa adat melalui pembentukan Satgas Gotong Royong maupun penyiapan fasilitas kesehatan, imbuh  Wagub Cok Ace.


Pemprov Bali lanjutnya juga memiliki strategi baru untuk mencegah dan menghentikan penularan Covid-19 yang disebut dengan strategi 3T (Tracing, Testing, and Treatment). 


Penerapan 3T (Tracing, Testing, and Treatment) hingga 700 benda uji per hari. Dimulai 13 Oktober 2020. Mulai dari seluruh PNS dan non-PNS Pemprov Bali kemudian tenaga pariwisata berdasarkan skala prioritas (seperti mereka yang sering bertemu dengan keramaian).


Tingkat Provinsi Bali serta kabupaten dan kota juga telah bekerja sama dengan industri pariwisata untuk memverifikasi bisnis pariwisata sehingga mereka akan melakukan layanan berdasarkan protokol kesehatan WHO dan Kementerian Kesehatan Indonesia. 


“Setiap pelaku usaha pariwisata yang telah diverifikasi akan diberikan sertifikat sebagai bukti bahwa usahanya telah mengikuti protokol kesehatan. Tempat wisata yang ditawarkan Bali adalah usaha / kegiatan pariwisata dengan sertifikat CHSE terverifikasi implementasi (tren wisatawan lebih fokus pada kesehatan dan keselamatan),” jelasnya.


Bali juga  menyiapkan program berbasis Branding, Advertising, dan Selling. 

Dimana branding untuk tetap mengingatkan masyarakat bahwa Bali masih ada (baik untuk wisatawan mancanegara maupun domestik).


Jadi orang akan tetap memilih Bali sebagai tujuan mereka ketika keadaan sudah memungkinkan," lanjutnya. 


Kemudian periklanan, bahwa melalui media online/sosial, video pintar. Konten seperti implementasi protokol CHSE di sektor pariwisata. Dari kedatangan mereka di bandara, diantar ke hotel / penginapan, selama berada di Bali (mengunjungi tempat wisata atau aktivitas lain sampai kembali ke negaranya). 


"Menjual, yakni Kampanye lunak (Influencer, KOL / Key Opinion Leader). Pendapat / pengalaman cerita lain saat berkunjung ke Bali, ”pungkasnya.



Jurnalis : Made
Editor : Mahardika

Share this Article :