Rekomendasi

Budidaya Lele Sistem Bioflok Untuk Akselerasi Ekonomi

Minggu, 13 Desember 2020 : 16.38
Published by Hariankota

Foto Istimewa 

JAKARTA
- Budidaya lele sistem bioflok menurut Menteri Kelautan dan Perikanan ad Interim, Syahrul Yasin Limpo. Dinilai mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.


"Daya melihat pengembangan lele yang cukup bagus,  bisa menjadi percontohan bagaimana masyarakat bisa melakukan akselerasi ekonomi di tengah kondisi pandemi ini," kata Menteri Syahrul saat sambangi tambak bioflok milik Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) lele "Mutiara" di Desa Kaligelang,  Pemalang,  belum lama ini. 


Program budidaya lele dengan sistem bioflok, menurut Menteri Syahrul, sejalan dengan pesan yang disampaikan Presiden Joko Widodo agar pemerintah terus berkontribusi untuk hadirnya kesejahteraan dan peningkatan ekonomi masyarakat, khususya di tengah kondisi pandemi ini.


Ia menilai budidaya lele bioflok efisien dari segi lahan sekaligus menguntungkan secara ekonomi.


Pokdakan Mutiara memiliki 32 kolam lele bioflok di atas lahan seluas lebih kurang 1.000 meter persegi. Setiap kolam bioflok berdiameter 3 meter itu masing-masing diisi 3.000 benih ikan lele.


Selain meninjau kolam lele bioflok, Menteri Syahrul juga memberikan bantuan perikanan budidaya senilai Rp2,3 miliar berupa: 9 paket bioflok dengan nilai Rp1,5 miliar; 2 paket rehabilitasi saluran tambak udang padat karya senilai Rp700 juta; 4,8 ton pakan ikan mandiri senilai Rp28,8 juta; dan 183 ribu ekor benih ikan bandeng dengan nilai Rp12,1 juta, serta 100 ribu ekor benih lele senilai Rp10,2 juta.


 "Saya kira akselerasi ekonomi ini harus dilakukan di semua daerah," tegasnya.


Sementara itu Dirjen Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto menambahkan, pihaknya terus akan melakukan terobosan program termasuk meningkatkan jumlah bantuan untuk masyarakat pembudidaya ikan.


"Harapan kita, ini bisa di scale up, bisa diperbanyak oleh masyarakat-masyarakat yang lain. Untuk di 2021 nanti, kita juga identifikasi untuk calon penerima dan calon lokasi (penerima bantuan)," pungkas Slamet.




Jurnalis : Made 
Editor : Mahardika

Share this Article :