Rekomendasi

Diduga Rugikan PAD Kota Solo, LPLSE Menyoal Kontroversi Pemasangan Videotron Iklan

Senin, 28 Desember 2020 : 19.24
Published by Hariankota


SOLO
- Lembaga Peduli Lingkungan Sosial Ekonomi (LPLSE) Kota Solo menyoroti kontroversi pemasangan sejumlah videotron yang dinilai menyalahi aturan dan diduga merugikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) lantaran terindikasi korupsi.


"Ada dua videotron yang patut diduga dipasang tanpa melalui prosedur yang benar. Yakni di Ngarsopura sebagai sarana promosi sebuah resto cepat saji, dan jalan Slamet Riyadi, Gladak," kata Sekretaris LPLSE, Nusa A Daryono kepada hariankota,com Senin  (28/12/2020).


Dari hasil penelitian, diduga saat didirikan belum memiliki Sertifikat Layak Fungsi (SLF) dan belum mengantongi kajian dari Badan Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) karena titik videotron yang berdiri di Gladak masuk kawasan cagar budaya Benteng Vastenberg.


"Kami menduga penerbitan izin reklame dua videotron tersebut tidak melalui proses lelang, melanggar Perda No. 5 Tahun 2012 tentang penyelenggaraan reklame pasal 13 ayat (2). Ini bisa jadi merupakan rekayasa untuk manipulasi kewajiban vendor," tuturnya.


Dampak dari manipulasi titik iklan di ring 1 tersebut, Pendapatan Asli Daerah (PAD) berkurang dari semestinya. Ada kejanggalan dalam kontrak sewa dimana PAD yang didapat justru lebih kecil dibandingkan dengan PAD iklan yang bukan di jalan ring 1.


"Atas dasar temuan ini, kami meminta pihak - pihak terkait agar dapat menindaklanjuti kotroversi kedua videotron tersebut," tandas Nusa.  


Sebelumnya, Kepala Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Solo, Yosca Herman Soedrajad, telah memberikan tanggapannya terkait videotron, salah satunya yang berdiri di Ngarsopuro.


"Pemasangan videotron Ngarsopuro, telah melalui kajian termasuk mengenai efeknya bagi perekonomian daerah. Nggak hanya berdampak pada PAD, tapi ini adalah bentuk Solo yang ramah investasi," jelasnya.


Herman meminta agar masyarakat tidak melihatnya sepotong-sepotong. Videotron tersebut merupakan salah satu upaya Pemkot berburu pendapatan pada masa pandemi Covid-19. Selain itu juga mendukung Solo sebagai smart city dan estetika kota.


"Lewat videotron itu, Pemkot mendapatkan efek multiplier yang tak sedikit, meliputi retribusi dan berbagai pajak.

Selain itu, juga telah mengubah fasad lingkungan tersebut yang sebelumnya tak beraturan menjadi lebih ikonik," pungkasnya.



Jurnalis : Sapto
Editor : Mahardika

Share this Article :