Rekomendasi

Dirugikan Unggahan Surat Suara Rusak, Tim Pemenangan Paslon Pilkada Polisikan Seorang Pemilik Akun FB

Jumat, 04 Desember 2020 : 19.14
Published by Hariankota


 SUKOHARJO- Merasa dirugikan sebuah unggahan foto surat suara rusak Pilkada Sukoharjo, Tim Pemenangan pasangan calon (paslon ) bupati - wakil bupati Sukoharjo nomor urut 1, Etik Suryani- Agus Santosa  (EA) melaporkan seorang pemilik akun Facebook (FB) ke polisi.


Akun FB atas nama “Yayoek Yayoek” dilaporkan atas dugaan pidana penyebaran berita bohong tentang tentang foto surat suara Pilkada yang rusak pada 21 November lalu di Grup FB Sukoharjo Makmur.


“Unggahan tersebut merugikan kami karena menggiring opini seolah ada kecurangan yang dilakukan paslon nomor urut 1. Dalam unggahan itu, surat suara rusak karena tinta hanya di paslon No 1,” kata Ketua Tim Pemenangan EA, Wawan Pribadi, Jum'at (4/11/2020).


Sebelumnya, terkait foto surat suara rusak tersebut, Tim Pemenangan EA sudah melakukan klarifikasi ke KPU dan mendapat penjelasan bahwa kerusakan surat suara karena tinta tidak hanya di gambar paslon No 1 saja, tapi gambar paslon No 2 juga ada.


“Kenapa yang diunggah hanya kerusakan di paslon 1 saja. Kami menilai pengunggah berusaha menggiring opini paslon No 1 melakukan kecurangan,” ujanya.


Tak hanya itu, kuasa hukum Tim Pemenangan EA, Nursito menambahkan, dalam unggahan foto, pemilik akun juga sengaja membuat narasi untuk memancing reaksi pembaca dengan kata- kata “Menurut pendapatmu piye luurr, Slow wae komen”e rasah ngegas.


"Bahkan ada akun yang merespon dengan melakukan “tag” pada 12 akun lain dalam grup FB itu," paparnya kepada hariankota.com.


Diketahui, dalam unggahan foto surat suara rusak tersebut terlihat ada lubang di gambar paslon 1, padahal yang sebenarnya menurut Nursito, adalah ada bercak tinta.


Dari penelusuran, pemilik akun “Yayoek Yayoek” berhasil diketahui identitasnya berinisial MR, warga Seliran namun tinggal disebuah rumah kos di Dukuh Sanggrahan RT 02/05, Kelurahan Joho, Sukoharjo.


Atas perbuatannya, MR diduga melanggar Pasal 28 ayat 2 UU ITE lantaran dengan sengaja membuat capture dalam foto dan menyebarkan seolah-olah paslon No 1 telah mempersiapkan surat suara yang telah ditandai/dicoblos untuk meraih kemenangan Pilkada.


“Kami harap laporan ini segera ditindaklanjuti pihak kepolisian dan diusut tuntas sebagai pembelajaran pada masyarakat agar bermedia sosial denga bijak,” pungkasnya.



Jurnalis : Sapto
Editor : Mahardika

Share this Article :