Rekomendasi

Hanya Tiga Bulan Menjabat, Pj Sekda Sukoharjo Diganti Gubernur

Senin, 07 Desember 2020 : 15.31
Published by Hariankota

 


SUKOHARJO - Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo menunjuk Budi Santosa sebagai Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukoharjo menggantikan Widodo yang baru dilantik tiga bulan, tepatnya 28 Agustus 2020 lalu.


Melalui Surat Keputusan (SK) Nomor 821.2/551/2020 yang dibacakan dalam pelantikan di Lobby Ruang Bupati Sukoharjo, Senin ( 7/12/2020), Budi yang merupakan Staf Ahli Gubernur Jateng Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia resmi sebagai Pj Sekda Kabupaten Sukoharjo.


Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya mengatakan, sesuai ketentuan Peraturan Presiden No. 3 Tahun 2018 tentang Pj Sekda dan Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 91 Tahun 2019 tentang penunjukan Pj Sekda, kekosongan Pj Sekda yang lebih dari 3 bulan akan ditunjuk Gubernur dari Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemerintah Provinsi.


"Sehingga pada kesempatan hari ini telah dilantik Pj Sekda Kabupaten Sukoharjo yang telah ditunjuk oleh Gubernur," kata Bupati usai melantik Budi menggantikan Widodo.


Wardoyo berharap kepada Budi agar segera beradaptasi menjalankan tugas dan fungsinya, membantu dalam menyusun kebijakan dan mengkoordinasikan jajaran birokrasi di Pemkab Sukoharjo sehingga mampu menggerakkan seluruh potensi yang ada.


"Segera membantu mengambil langkah - langkah strategis, khususnya dalam penanganan masalah pandemi Covid-19 di Sukoharjo yang saat ini belum berakhir. Kepada saudara Widodo saya atas nama pribadi dan pemerintah menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi - tingginya atas dedikasi,pengabdian dan loyalitasnya," ujar Wardoyo.


Menanggapi, Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Sukoharjo, yang juga anggota DPRD Sukoharjo, Sunoto, menyayangkan adanya pergantian Pj Sekda ini, mengingat Widodo baru saja dilantik.


Ia menilai proses penunjukkan Widodo sebagai Pj Sekda sebelumnya ada kesalahan prosedur. Namun ia belum dapat memastikan apakah kesalahan itu dari kabupaten atau dari provinsi.


"Kalau melihat dari awal penunjukan Pak Widodo, secara normatif sepertinya tidak ada masalah. Yang jelas, kami dari PAN sangat malu. Bupati sebentar lagi masa jabatannya berakhir, seharusnya happy ending. Kalau begini namanya tidak happy ending," pungkasnya melalui telepon kepada hariankota.com.




Jurnalis : Sapto
Editor : Mahardika

Share this Article :