Rekomendasi

Ironis, Pasutri di Palangkaraya Nekat Bawa Jenazah Anak Kandungnya Dengan Motor

Kamis, 17 Desember 2020 : 07.01
Published by Hariankota

Pasutri di Palangkaraya bawa jenazah anaknya pakai motor karena tak punya uang untuk menyewa ambulance (Foto: Capture Facebook)

PALANGKARAYA
- Sepasang Pasangan suami istri (Pasutri) di Kota Palangkaraya terpaksa nekat membawa jenazah anaknya dari RSUD Doris Sylvanus karena tak memiliki uang untuk membayar ambulance.


Karena tak memiliki uang untuk membayar ambulance, pasutri ini tak mempunyai pilihan lain selain membawa jenazah anak kandungnya menggunakan sepeda motor ke pemakaman umum yang terletak di Jalan Tjilik Riwut Km 12 Kota Palangka Raya, Selasa (15/12/2020) Pagi.


Kejadian ini sempat direkam pengguna jalan lainnya yang kebetulan melihat kejadian itu. Terlihat dalam video tersebut seorang bapak menggendong bayi yang merupakan anak kandungnya dengan menggunakan kain jarik. Dalam sekejap, video yang diunggah ke medsos, langsung menjadi viral.


Saat dilakukan penelusuran terhadap keluarga dan alamatnya, ternyata mereka merupakan warga yang tinggal di Jalan Mendawai Kota Palangka Raya. Kedua pasangan suami istri ini bernama Asmudin dan Fatimah. 


“Saya tidak memiliki biaya mas untuk membayar ambulans dari rumah sakit,”kata Sania yang merupakan saudara dari orang tua bayi tersebut, Kamis (17/12/2020). 


Sania menjelaskan, pemakaman ini juga sangat sederhana lantaran tidak memiliki uang untuk memakamkan bayi tersebut hanya diberi tanda menggunakan pecahan keramik tidak menggunakan batu nisan.


“Tidak di tawarkan ambulan oleh pihak rumah sakit saat di kamar mayat dan lebih memilih menggunakan sepeda motor dan juga kami tidak mempunyai uang kalaupun memakai ambulan,”jelas Sania. 


Menurut informasi, bayi tersebut sebelumnya sempat mendapat perawatan dan dikabarkan kekurangan gizi serta berat badan hanya 1,3 Kg.


Sementara itu, Kepala Instansi Forensik Dr. Ricka Brillianty menyebutkan jasad bayi tersebut sudah sejak pagi menjelang subuh dan kami tawarkan untuk Menggunakan ambulan.


“Keluarganya menolak dan ingin di bawa menggunakan sepeda motor,”ungkap dr. Ricka Brilianty.


“Bukan kami membiarkan siapapun yang memerlukan bantuan dan akan disiapkan surat keterangan tidak mampu dan akan dibantu untuk pengantaran dan pemakaman,” tambah Ricka.



Reporter: Gunawan Setiadi
Penulis: Gunawan Setiadi
Editor: Gunadi


Share this Article :