Rekomendasi

Lindungi Nakes Dari Covid-19, Dosen FK UNS Ciptakan APD Dengan Filter Anti Virus

Rabu, 30 Desember 2020 : 17.27
Published by Hariankota

 


SUKOHARJO - Pakaian hazmat (hazardous materials) atau alat pelindung diri (APD), adalah perlengkapan perlindungan pribadi digunakan untuk proteksi melawan material berbahaya. APD, saat ini menjadi kebutuhan vital Tenaga Kesehatan (Nakes) dalam menangani kasus - kasus Covid-19.


Sejak Covid-19 melanda, ratusan nakes bertumbangan terpapar hingga mengundang keprihatinan mendalam sejumlah kalangan hingga ujungnya berbagai inovasi teknologi dilakukan untuk membentengi nakes dari paparan virus corona.


Diantara inovasi teknologi tersebut adalah APD buatan seorang dosen Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Darmawan Ismail. Ia membuat APD memakai bahan anti air dan diklaim tidak bikin gerah petugas yang memakainya. 


APD tersebut diberi nama Surgeons of UNS (SUNS) Protective Equipment (Proque), merupakan generasi kedua setelah peluncuran pertama pada akhir Maret lalu. Selain tidak membuat yang memakai gerah, APD ini disebutkan juga aman karena saluran pernapasan ada di belakang.


Sebagai bentuk dukungan perjuangan para nakes dalam melawan penyebaran wabah Covid-19, FK Kedokteran UNS dan tim menghibahkan 8 APD SUNS Proque buatan Darmawan kepada Rumah Sakit (RS) UNS, di Pabelan, Kartasura, Sukoharjo.


"SUNS Proque ini dilengkapi alat untuk memfilter virus yang diletakkan di bagian belakang," kata Darmawan Ismail disela penyerahan hibah APD SUNS Proque di auditorium RS UNS, Pabelan, Rabu (30/12/2020).


Menurut pria yang juga dokter spesialis bedah toraks kardiovaskuler RSUD Dr Moewardi Solo ini, SUNS Proque dirancang bersama residen bedah. Fungsinya adalah untuk mengatasi masalah droplet dan airborne atau udara yang mengandung material infeksi yang bisa terhisap di saluran napas.


"Dalam APD ini ada filter berisi spons yang sudah disemprot deterjen agar virus yang masuk lewat udara tersaring. Selain itu, terdapat kipas yang dayanya diisi melalui powerbank dan dipasang di sisi belakang kepala," terangnya.


Tujuan pemasangan kipas kecil dijelaskan agar pemakai APD tidak kepanasan dan juga bisa mengurangi embun di dalam pelindung wajah yang terbuat dari bahan plastik mika.


"Kami sengaja memakai mika, sehingga wajah benar-benar tertutup dan terlindungi. Meski demikian, kami juga memasang lubang kecil yang tertutup di sebelah dada kanan atas. Hal ini untuk memudahkan tenaga medis jika ingin minum atau membersihkan mika depan yang mengembun," sambungnya.


Menyinggung tentang biaya pembuatan, Darmawan mengungkapkan, dengan bahan dasar anti air, biaya pembuatan satu APD SUNS Proque sekira Rp 1,2 juta. Mengingat pakaian APD ini tidak seperti APD kebanyakan, maka bagi petugas yang akan memakai harus dibantu dua orang.


"Kami sudah melakukan uji coba. Baik dengan disemprot air untuk menguji apakah droplet masuk, maupun ketika menangani pasien. Hasilnya semua baik dan dokter bisa menangani pasien tanpa terganggu," paparnya


Informasi yang didapat hariankota.com, jika pada umumnya APD yang dipakai nakes hanya sekali pakai, namun APD SUNS Proque buatan Darmawan ini memiliki kelebihan dapat dipakai lebih dari satu kali, dengan catatan harus terlebih dulu dilakukan pengecekan sebelum pemakaian berikutnya. 


"Sebelum pemakaian kali kedua dan seterusnya, harus dilakukan pengecekan terutama di bagian sambungan menggunakan desinfektan dan dijemur di area tertutup," pungkasnya.



Jurnalis : Sapto
Editor : Mahardika

Share this Article :