Rekomendasi

Menristek Gelar Rangkaian Kegiatan Bakti Inovasi di Bali

Rabu, 23 Desember 2020 : 19.41
Published by Hariankota

Foto Istimewa 

DENPASAR
  - Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional Kemenristek/BRIN) menyelenggarakan Rangkaian Kegiatan Lokakarya, Focus Group Discussion (FGD) dan Bakti Inovasi dengan tema “Bakti Inovasi Untuk Bali Kembali: Bali Berinovasi” di The Westin Resort Nusa Dua, Bali.


Menteri Bambang menyatakan bahwa, penggunaan ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai inovasi perlu memperhatikan aspek kebutuhan dan keberlanjutan dalam jangka panjang dan mampu menyentuh langsung aspek kehidupan masyarakat.


“Indonesia perlu bertransformasi menjadi negara yang menggunakan inovasi sebagai basis perekonomiannya. Kita perlu membumikan hasil riset dan inovasi, sehingga dapat bermanfaat bagi masyarakat, mengurangi ketergantungan impor dan menambah nilai tambah dari suatu produk,” jelas Menristek/Kepala BRIN Bambang PS Brodjonegoro, seperti dikutip dalam rilis Kemenristek/BRI, Rabu (23/12/2020).


Lokakarya, FGD, dan Bakti Inovasi ini, diselenggarakan bertujuan mengidentifikasi program dan kegiatan yang mendukung pelaksanaan Program Desa Berinovasi dan upaya menyinergikan kebijakan antar sektor dalam mendukung Program Desa Berinovasi.


Program ini, merupakan hasil kesepahaman bersama antara Kemenristek/BRIN dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi sebagai salah satu strategi dalam menanggulangi dampak Pandemi Covid-19 dan langkah pemulihan ekonomi nasional.


“Kami sangat setuju terkait inovasi desa ini, tidak diperlukan teknologi tingkat tinggi, dan  yang dibutuhkan adalah inovasi teknologi sederhana yang bisa langsung diterapkan di desa untuk meningkatkan nilai tambah produk ekonomi masyarakat desa. Di tengah kondisi saat ini, inovasi pengembangan desa sangat sesuai dan diperlukan,” terang Gubernur Bali I Wayan Koster.


Menteri Bambang juga melakukan tegur sapa secara daring dengan pihak–pihak dari desa berinovasi yaitu:


1. BUMdes Tamaila Utara dan Universitas Negeri Gorontalo untuk meresmikan unit usaha Virgin Coconut Oil (VCO);


2. BUMdes Bonto Sinala Kabupaten Sinjai dan Universitas Hasanuddin menyaksikan penandatangan perjanjian kerja sama BUMdes Bonto Sinala dengan Offtaker atau penjamin, serta


3. Universitas Mataram Lombok Utara untuk penyerahan koloni dan panen perdana inovasi Madu Trigona sp.


Video Conference dilaksanakan secara interaktif dengan penyampaian-penyampaian testimoni dari para pihak desa berinovasi tentang program Pemulihan Ekonomi melalui Desa Berinovasi.


Pada agenda ini Menteri Bambang menyerahkan beberapa produk inovasi COVID-19 sebagai rangkaian program Bakti Inovasi kepada Gubernur Bali I Wayan Koster. Penyerahan ini disaksikan oleh Ketua Komisi VII DPR RI secara virtual dan Rektor Udayana A. A. Raka Sudewi.


Beberapa inovasi yang diserahkan antara lain:


1) Rapid Test RI-GHA sebanyak 2.000 pcs untuk Rumah Sakit Udayana;


2) Robot Pelayan Kesehatan RAISA sebanyak 1 unit untuk Rumah Sakit Bali Mandara:


3) Ventilator Transport Covent – 20 sebanyak 1 unit untuk Rumah Sakit Sanglah;


4) Alat Pembersih Udara Desinfektan ATTACT sebanyak 1 unit untuk Pemprov Bali; dan


5) Paket imunitas yang berisi Wedang Uwuh, Teh Jahe, Virgin Coconut Oil (VCO), Vitamin OST-D, Minyak Kayu Putih, Curcuma Pro, Permen Cajuput, dan Teh Dia sebanyak 500 paket.


Pada rangkaian agenda sebelumnya, Menteri Bambang juga memberikan pemaparan dan melakukan diskusi kelompok terarah dengan tema “Struktur dan Fundamental Perekonomian Bali di Sektor Pariwisata, Pertanian, Kelautan, dan Industri” bersama dengan Gubernur Bali dan Sekretaris Utama Bappenas/PPN Himawan Hariyoga Djojokusumo.


“Covid-19 memang berdampak besar bagi sektor perekonomian di Bali, namun sebenarnya Bali masih menyimpan potensi, selain pariwisata, yaitu pertanian, dan kelautan yang besar. Saya optimis dengan kerja sama triple helix yang kuat antara pemerintah, akademisi, dan industri, perekonomian di Bali dapat segera pulih dan bangkit kembali,” ujar Menteri Bambang pada diskusi di Gedung Jaya Sabha, Denpasar.


Menteri Bambang juga menyaksikan pelepasan Roadshow Mobile BSL-2 Versi Bus. Mobile BSL-2 berfungsi untuk membantu pengujian sampel Covid-19. Sebelumnya, Mobile BSL-2 ini diberangkatkan dari Jakarta oleh BPPT untuk kemudian bertolak menuju Dinas Kesehatan Denpasar di Bali, dan Ponpes Darul Ulum Jombang di Jawa Timur. Rencananya, Mobile Lab BSL-2 Varian bus tersebut kembali ke BPPT pada 29 Desember 2020.



Jurnalis : wayan
Editor : Mahardika

Share this Article :