Rekomendasi

Pandemi COVID-19, Anggaran untuk ASITA Bali Belum Terpenuhi

Selasa, 08 Desember 2020 : 23.20
Published by Hariankota


DENPASAR
- Perekonomian Bali terbesar didapat dari sektor pariwisata. Namun selama pandemi Covid-19, pertumbuhannya minus 12,28 persen pada kuartal III-2020. 


Pemerintah pusat sudah mengupayakan beragam cara dengan mereduksi dampak pandemi COVID-19 terhadap kepariwisataan Bali. 


Salah satunya dengan mengalokasikan dana hibah pariwisata. Pulau Dewata kebagian hampir 50 persen atau sebesar Rp1,1 triliun dari keseluruhan dana hibah pariwisata yang mencapai Rp3,3 triliun. 


Dana hibah pariwisata menyasar badan usaha hotel, villa, dan restoran. Sedangkan pegiat sektor pelesiran lain seperti perusahaan perjalanan wisata (travel agent) justru tak tersentuh stimulus ataupun dana hibah pariwisata. 


Ketua Komisi II DPRD Bali, Ida Gede Komang Kresna Budi menyayangkan belum adanya  bantuan kepada ASITA Bali selama pandemi COVID-19.


"Padahal ASITA selama ini menjadi pendukung penting dalam mendatangkan wisatawan. 

Tanpa adanya ASITA, kan wisatawan tidak ada yang masuk ke Bali," paparnya.  


Untuk itu pihaknya mendesak pemerintah segera mengalokasikan anggaran bagi anggota ASITA Bali.


"Bantuan itu diharapkan dapat meringankan beban anggota ASITA Bali yang juga terdampak pagebluk corona. Selama yang ada bantuan hanya untuk hotel dan restoran," lanjutnya. 


Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) Bali, Komang Takuaki Banuartha  mengapresiasi respon yang ditunjukkan Komisi II DPRD Bali. 


"Kamiberharap, kedepan sinergitas ASITA Bali bersama kalangan legislatif dan eksekutif dapat lebih ditingkatkan," pungkasnya.



Jurnalis : made
Editor : Mahardika

Share this Article :