Rekomendasi

Tahun 2021 Kementerian ESDM Siapkan Eksplorasi Panas Bumi

Selasa, 01 Desember 2020 : 23.32
Published by Hariankota


JAKARTA  - Tahun 202, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan melakukan pengeboran eksplorasi di tiga lokasi wilayah kerja panas bumi (WKP). 


Ketiga lokasi tersebut adalah WKP Cisolok Cisukarame di Jawa Barat, WKP Bituang di Sulawesi Selatan, dan WKP Nage di Nusa Tenggara Timur.


Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Eko Budi Lelono, pengeboran eksplorasi panas bumi ini dilakukan dalam rangka untuk menyediakan data wilayah kerja panas bumi yang lebih akurat sebelum ditawarkan kepada badan usaha.


"Tahun 2021, kami akan melakukan pengeboran di tiga lokasi sehingga diharapkan nanti datanya lebih lengkap dan bisa menarik investor untuk melakukan kegiatan di sana," kata Eko dalam keterangannya, Selasa (1/12/2020).


Untuk meningkatkan kualitas data WKP tersebut, Kementerian ESDM akan melakukan pengeboran eksplorasi masing-masing dua sumur dengan diameter kecil (slim hole).


Menurutnya, tahapan eksplorasi merupakan tahapan dengan tingkat risiko kegagalan paling besar. Pengeboran eksplorasi oleh pemerintah (government drilling) diharapkan dapat meningkatkan minat investordalam mengembangkan panas bumi.


Alasannya faktor risiko kegagalan dalam eksplorasi panas bumi telah ditanggung oleh pemerintah, sehingga mampu membuat harga listrik dari panas bumi lebih kompetitif.


"Kalau berhasil mudah-mudahan bisa mengurangi harga listrik yang dihasilkan," katanya.


Sepanjang 2020-2024, pemerintah akan melakukan pengeboran pada 20 WKP dengan potensi sumber daya mencapai 1.844 megawatt (MW) dan rencana pengembangan hingga 683 MW.


Sementara itu, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan ESDM Kementerian EDM Dadan Kusdiana menyatakan instansinya tengah menyiapkan kegiatan evaluasi di delapan lapangan panas bumi.


Menurutnya, lapangan Cikakak 1 dan Cikakak 2 sebagai bagian dari lapangan Cisolok di Sukabumi akan menjadi tahap awal kegiatan evaluasi. Proses penentuan lokasi ini berdasarkan data dari Badan Geologi.


Selain lapangan Cisolok, terdapat lapangan Jailolo (Kab. Halmahera Selatan, Malut), Bittuang (Kab. Tana Toraja, Sulsel), Nage (Kab. Ngada, NTT), Ciremai (Kab. Kuningan, Jabar), Marana (Kab. Donggala, Sulteng), Gunung Endut (Kab. Lebak, Banten), serta Sembalun (Kab. Lombok Timur, NTB).


Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif mengatakan Indonesia masih membutuhkan kegiatan eksplorasi untuk mencari sumber cadangan energi baru.


Namun, berdasarkan data SMI Global Market Intelligence, biaya eksplorasi di Indonesia selama 20 tahun terakhir hanya 1 persen dari dana yang digunakan perusahaan tambang swasta.


"Selama 20 tahun terakhir, total biaya eksplorasi di Indonesia hanya 1 persen dari biaya eksplorasi perusahaan tambang swasta dunia," kata Arifin.



Reporter: Gatot Pujo Nugroho
Penulis: Gatot Pujo Nugroho
Editor: Gunadi

Share this Article :